Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengungsi di Tapteng Mulai Khawatir, 22 Hari Makan Mie Instan Tanpa Sayur Apalagi Protein

Penyintas banjir yang mengungsi di Masjid Al-Musanif Syariful Hasanah Tapteng mulai khawatir sudah 22 hari makam mie istan tanpa sayur dan protein. 

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pengungsi di Tapteng Mulai Khawatir, 22 Hari Makan Mie Instan Tanpa Sayur Apalagi Protein
/TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
NASIB PENGUNGSI - Anak-anak di lokasi pengungsian Gedung Serbaguna Pandan, Tapanuli Tengah. Tidur hanya beralaskan terpal, Jumat (5/12/2025). Penyintas banjir yang mengungsi di Masjid Al-Musanif Syariful Hasanah Tapteng mulai khawatir karena sudah 22 hari makam mie istan tanpa sayur dan protein.  (TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma) 

Dikatakannya, akibat mengkonsumsi mie instan selama tiga minggu, penyakit mulai bermunculan.

Seperti gatal-gatal dan diare. 

"Anak-anak mulai gatal-gatal. Kami pun mulai diare. Kami mau bersihkan rumah juga belum bisa air belum hidup. Sementara bersihkan lumpur itu  harus pakai air," terang warga Jalan AR Surbakti, Kelurahan Sibuluan Nauli Kecamatan pandan.

Kebutuhan popok anaknya pun juga harus dipikirkannya pasca keuangan yang mulai menipis. 

"Kalau ada yang ngasih bantuan popok bayi senang rasanya. Walaupun kadang ukuran gak pas dengan anak. Tapi, kalau gak ada ya beli per biji. Gak kayak dulu, karena usaha es saya sudah hancur karena banjir, suami belum kerja di gudang ikan, karena enggak ada masuk ikan,"katanya.  

Untuk itu, ia berharap pemerintah mempercepat pembersihan jalan  di area Jalan AR Surbakti. Setidaknya, agar akses jalan menuju rumahnya sudah bisa dilalui.

"Gak tau lagi, harapan bantuan pemerintah  ke depan jalan di Sibuluan Indah ini  dibersihkan, karena semua sampah dan tumpukan lumpur dimana-mana.

Baca juga: Warga Aceh Mulai Demo! Long March Desak Status Bencana Nasional

Rekomendasi Untuk Anda

Area kami juga paling terdampak. Karena bendungan dibuka kemarin. Air masuk ke rumah kami tinggi, hanya tinggal atap saja kemarin. Semua barang rusak termasuk motor kami. Dan kami harap air segera hidup,"ucapnya. 

Berdasarkan data Info Bencana Tapteng, untuk Kecamatan Pandan ada 25 Korban Jiwa, sementara yang mengungsi tinggal 678 jiwa.

Yang terdampak sebanyak 67.081 jiwa. 

Sementara total kerusakan rumah di Kecamatan Pandan 1071 rumah.

Yang mengalami kerusakan rumah sedang 368 unit, kerusakan rumah berat 150 unit dan rumah yang hancur dan hanyut  terbawa banjir ada 7 unit.

(Cr5/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Nestapa Pengungsi Banjir di Tapteng, 22 Hari Bertahan Makan Mi Instan, Bantuan Mulai Berkurang 

Saksikan juga liputan khusus Tribunnews tentang aktivitas siswa di Sekolah Rakyat:

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas