Cerita Evakuasi Buaya dan 38 Telurnya di Dekat Pemukiman Warga ke Penangkaran
Saat ditemukan seorang petani yang sedang memanen sawit, buaya dengan panjang sekitar 2,4 meter itu sedang mengerami 38 butir telurnya.
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Warga Mamuju Tengah Sulbar menemuman seekor buaya muara beserta 38 ekor telurnya di dekat pemukiman.
- Buaya dan telur-telur itu lalu dievakuasi ke Penangkaran Buaya Babana.
- Di penangkaran, telur-telur tersebut akan dierami secara aman dan induk buaya dapat dipantau kesehatannya.
TRIBUNNEWS.COM, MAMUJU TENGAH – Petugas penangkaran, masyarakat beserta pawang buaya mengevakuasi seekor buaya muara yang ditemukan di jalan tani Dusun Jawi-Jawi, Desa Kire, Kecamatan Budong-budong yang berjarak sekitar 20 km dari Tobadak, ibu kota Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar).
Saat ditemukan seorang petani yang sedang memanen sawit, buaya dengan panjang sekitar 2,4 meter itu sedang mengerami 38 butir telurnya.
Baca juga: Sekolah Diterjang Banjir Rob, Siswa SD di Kotim Tetap Belajar saat Buaya Berkeliaran
Dari laporan penemuan tersebut, tim terdiri dari petugas terkait dan pawang buaya dari Penangkaran Buaya Babana langsung turun ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Penangkaran Buaya Babana adalah tempat penangkaran buaya yang berada di Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Ini adalah lokasi di mana buaya yang ditangkap dari habitat liar (misalnya karena mengganggu aktivitas warga di sungai) dipelihara dalam kandang/kolam khusus oleh masyarakat setempat sebagai bentuk penangkaran dan upaya pengelolaan satwa tersebut.
Masyarakat sempat mengejar buaya tersebut karena sulit untuk ditangkap.
Buaya akhirnya berhasil diangkap dan petugas mengamankan seluruh telurnya untuk dipindahkan ke lokasi penangkaran.
Baca juga: Wanita Usia 50 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Konawe Utara, Jasad Ditemukan Sehari Setelahnya
Buaya betina tersebut kemudian diberi nama "Jawi-Jawi", sesuai dengan lokasi penemuannya.
Menurut Pawang Buaya, Rusli, lokasi penemuan buaya itu cukup dekat dengan pemukiman.
"Sebenarnya buaya itu bertelur di jalan tani tidak terpakai, mungkin jarak dari hulu Sungai Kire hanya sekitar tiga ratus meter," ujar Rusli dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Kamis (18/12/2025).
Usai ditemukan buaya tersebut dibawa ke penangkaran.
Menurutnya, pemindahan buaya dan telur-telurnya ke penangkaran dinilai sebagai langkah tepat untuk menghindari potensi konflik dengan manusia sekaligus menjaga keselamatan populasi buaya.
Di penangkaran, telur-telur tersebut akan dierami secara aman dan induk buaya dapat dipantau kesehatannya.