Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

DPR: Kecelakaan Bus Cahaya Trans Jadi Early Warning Kelayakan Transportasi Nataru

Tragedi bus Cahaya Trans di Tol Krapyak tewaskan 16 orang, jadi alarm pengawasan transportasi Nataru.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in DPR: Kecelakaan Bus Cahaya Trans Jadi Early Warning Kelayakan Transportasi Nataru
Tribunnews.com/Chaerul Umam
SYAIFUL HUDA- Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyebut tragedi ini sebagai peringatan dini bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan kelayakan armada jelang libur Natal dan Tahun Baru dengan mobilitas diprediksi mencapai 119,5 juta orang. 

Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans di Simpang Tol Krapyak, Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari menewaskan 16 orang dan melukai 17 lainnya. 
  • Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyebut tragedi ini sebagai peringatan dini bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan kelayakan armada jelang libur Natal dan Tahun Baru dengan mobilitas diprediksi mencapai 119,5 juta orang. 
  • Ia mendesak Kemenhub melakukan ramp check bus secara masif serta memastikan kesehatan dan jam kerja sopir. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Kecelakaan maut yang melibatkan PO Bus Cahaya Trans di Simpang Tol Krapyak, Semarang, pada Senin (22/12/2025) dini hari menjadi alarm keras bagi kesiapan transportasi nasional menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Peristiwa yang menewaskan 16 orang tersebut harus menjadi titik balik bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan kelayakan armada.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Syaiful Huda, menegaskan bahwa tragedi ini adalah early warning atau peringatan dini yang tidak boleh diabaikan. Mengingat, mobilitas warga pada Nataru tahun ini diprediksi mencapai angka fantastis, yakni 119,5 juta orang, dengan konsentrasi pergerakan terbesar di Pulau Jawa.

"Tragedi di Tol Krapyak adalah duka mendalam sekaligus peringatan bagi kita semua. Dengan estimasi 119,5 juta orang yang akan bergerak untuk mudik, perayaan tahun baru, dan wisata, pemerintah tidak punya ruang untuk toleransi terhadap kelalaian sekecil apa pun," ujar Syaiful Huda, Selasa (23/12/2025).

Huda mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terkait untuk segera mengimplementasikan strategi komprehensif guna memastikan keamanan di seluruh lini transportasi, baik darat, laut, udara, maupun kereta api.

Khusus untuk moda transportasi bus, Huda menuntut Kemenhub melakukan ramp check atau inspeksi keselamatan secara masif dan menyeluruh. Ia tidak ingin spekulasi mengenai ketidaklayakan armada atau perilaku ugal-ugalan sopir akibat tekanan kerja menjadi fenomena umum di masa puncak liburan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kemenhub harus memastikan seluruh armada PO Bus yang beroperasi untuk angkutan Nataru telah lolos ramp check. Jangan ada bus 'zombie' atau bus yang tidak layak jalan tetap dipaksakan beroperasi demi mengejar setoran di tengah tingginya permintaan," tegas Politisi PKB tersebut.

Selain kelayakan unit, Huda juga menyoroti aspek kesehatan dan jam kerja para pengemudi. Menurutnya, intensitas kerja yang tinggi selama masa Nataru seringkali membuat awak bus kelelahan, yang berujung pada menurunnya konsentrasi di jalan raya.

"Kami meminta Kemenhub dan pihak kepolisian memastikan adanya pemeriksaan kesehatan bagi awak bus di terminal-terminal utama. Sopir harus dalam kondisi fit dan tidak di bawah pengaruh zat apa pun. Manajemen waktu kerja juga harus diawasi ketat; jangan biarkan sopir dipaksa bekerja di luar batas kemampuan manusiawi mereka," tambahnya.

Dengan mayoritas mobilitas yang diprediksi berpusat di Pulau Jawa, titik-titik rawan seperti simpang tol dan jalur wisata harus mendapatkan pengawalan ekstra. Huda berharap koordinasi antara Kemenhub, Korlantas Polri, dan penyedia jasa jalan tol dapat mencegah terulangnya insiden memilukan seperti yang dialami PO Bus Cahaya Trans

"Keselamatan 119,5 juta nyawa warga yang bermobilitas adalah tanggung jawab negara. Kita tidak ingin keceriaan liburan berubah menjadi duka akibat kelalaian dalam manajemen transportasi publik," pungkas Huda.

Baca juga: Kecelakaan Bus di Krapyak Sisakan Duka dari Parung hingga Sleman, Ibu & Anak Tak Pernah Sampai Rumah

Identitas Korban Luka dan Tewas

16 orang meninggal dunia korban kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Krapyak, Jalan Tol Dalam Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025).

Dari data tersebut, 15 orang meninggal dunia, sementara satu korban lainnya meninggal di rumah sakit.

Berikut adalah identitas para korban di RS Kariadi, Semarang:

Sadimin (57), Laki-laki
Srihono (53), Laki-laki
Listiana (44), Perempuan
Sugimo (62), Laki-laki
Haryadin (43) th, Laki-laki
Mutia Citra (19) th, Perempuan
Saguh (62) th, Laki-laki
Wahyu Eko (26) , Laki-laki
Erna Peni (53), perempuan
Yanto (47), Laki-laki
Anis Munandar (36), Laki-laki
Noviani (31), perempuan
Dwi Rahayu (47), perempuan
Anih (56), perempuan
Ngatiyem (48) , Perempuan
Satu korban di RS Tugu
Selain itu, 17 penumpang mengalami luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit, yakni RS Tugu, RS Columbia, dan RS Elisabeth Semarang.

Identitas Korban

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas