DPR: Kecelakaan Bus Cahaya Trans Jadi Early Warning Kelayakan Transportasi Nataru
Tragedi bus Cahaya Trans di Tol Krapyak tewaskan 16 orang, jadi alarm pengawasan transportasi Nataru.
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Glery Lazuardi
Dirawat di RS Tugu
Gilang Ihsan Faruq, 21 th, Laki-laki, Komplek PJKA 01/01 Tarok Dipo Guguak Panjang, Bukittinggi, Sumatra Barat.
Purwoko, 49 th, Laki-laki, Kebur Lor 02/11 Argomulyo, Cangkringan, Sleman, DIY.
Robi Sugianto, 50 th, Laki-laki, DK Tengah 01/02 Kalisumur, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.
Ardi Nata Triguna, 28 th, Laki-laki, Komplek DIT Bekang RT 02 RW 07 Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Setiyadi Sarwono, 66 th, Laki-laki, Lodalang RT 02 RW 08 Siswodilarang, Boyolali, Jawa Tengah.
Marno, 29 th, Laki-laki, Cibadak RT 01 RW 04, Bogor, Jawa Barat.
Nyi Mas Jihan, 26 Perempuan, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Rujianti, 54, Perempuan, Juwiring, Klaten, Jawa Tengah.
RS Colombia (6 Luka Ringan) :
Rafi Abdurahman (19), Laki-laki, Cluster Lestari Ciputat RT 04 RW 06
Karnoto (31), Laki-laki, Jatirejo RT 02 RW 15 Kragitan, Klaten, Jawa Tengah.
Hafis Ahmad (19), Laki-laki, Dusun Binasi RT 00 RW 00 Talawi Mudiak, Kota Batu, Jawa Timur.
Parwono (57), Laki-laki, Talesan RT 03 RW 01 Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah,
Prisma Andika (32), laki-laki, Gadung Mlati RT 01 RW 10 Kajoran, Klaten Selatan, Jawa Tengah.
Ahmad Purnomo, laki-laki, Kaliwungu, Ungaran, Jawa Tengah.
RS Elizabeth (3 Luka Ringan) :
Hakeem Myrnago (30), laki-laki
Aulia Penaya (27), perempuan
Mahija Ketara (28).
Santunan Korban
Plt Direktur Utama Jasa Raharja Jawa Tengah, Dewi Aryani tim Jasa Raharja Jawa Tengah langsung turun ke lokasi kejadian berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta melakukan pendataan korban.
“Pendataan masih terus kami lakukan. Untuk sementara, ahli waris korban meninggal dunia berasal dari beberapa daerah, antara lain empat dari Klaten, empat dari Boyolali, empat dari Bogor, dua dari Yogyakarta, serta masing-masing satu dari Jawa Timur, Jakarta Timur, dan Banten,” ungkapnya.
Hingga saat ini, sudah ada empat keluarga korban yang hadir di rumah sakit.
Dewi juga menyampaikan bahwa Gubernur Jawa Tengah telah datang langsung ke lokasi dan berkomitmen membantu proses pemulangan seluruh jenazah ke daerah asal masing-masing.
“Tim Jasa Raharja akan mendampingi dan membantu keluarga korban sampai proses pemulangan jenazah selesai,” katanya.
Untuk korban luka-luka, Jasa Raharja telah memberikan guarantee letter kepada rumah sakit sebagai bentuk jaminan biaya perawatan.
“Kami sudah memberikan jaminan pengobatan kepada korban luka-luka di rumah sakit,” jelas Dewi.
Sementara itu, untuk korban meninggal dunia, Dewi menegaskan bahwa Jasa Raharja akan memberikan santunan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964, karena kecelakaan melibatkan angkutan umum.
“Setelah ahli waris dipastikan sesuai ketentuan, santunan akan kami bayarkan secara cashless dengan transfer langsung ke rekening ahli waris,” tegasnya.
Adapun besaran santunan yang diberikan yakni Rp50 juta untuk korban meninggal dunia, dan maksimal Rp20 juta untuk korban luka-luka, yang dibayarkan sesuai dengan biaya perawatan di rumah sakit.
“Proses ini kami upayakan secepat mungkin agar dapat meringankan beban keluarga korban,” pungkas Dewi Aryani.