Wisatawan Ramai ke Yogya Saat Libur Nataru, Benarkah Bali Mulai Ditinggalkan?
Libur Nataru 2025/26, Yogya dibanjiri wisatawan hingga 1,5 juta orang, Bali bantah isu sepi turis.
Editor:
Glery Lazuardi
Total keberangkatan: 143.770 orang
Total kedatangan: 179.737 orang
Rata-rata kedatangan wisman per hari mencapai 22–23 ribu orang, lebih tinggi dibanding periode Nataru 2024 yang hanya 18–20 ribu orang per hari. Puncak kedatangan terjadi pada 24 Desember dengan 23.808 orang.
Pergerakan Pesawat
Domestik: 828 keberangkatan dan 831 kedatangan
Internasional: 893 keberangkatan dan 891 kedatangan
Jumlah penerbangan internasional lebih padat dibanding periode sama tahun lalu, menandakan lonjakan mobilitas wisatawan.
Dishub Bali menilai peningkatan ini didorong oleh pola libur panjang di sejumlah negara asal wisatawan, serta momentum akhir tahun yang selalu menjadi periode favorit berlibur.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, libur Nataru 2025/2026 mencatat kenaikan 10–20 persen kedatangan wisman.
Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa Bali sepi wisatawan, dengan data menunjukkan destinasi Pulau Dewata tetap menjadi magnet utama turis internasional.
Baca juga: 10 Provinsi dengan Perjalanan Wisatawan Terbanyak Tahun 2025, Jabar Nomor Dua, Meningkat 28 Persen
Isu Bali Sepi Viral di Medsos, Gubernur Koster dan Kemenpar Tegaskan Wisatawan Justru Meningkat
Belakangan ini media sosial diramaikan dengan narasi bahwa Bali semakin sepi wisatawan, terutama pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Warganet bahkan menyebut kondisi Pulau Dewata mirip dengan masa pandemi Covid-19 beberapa tahun silam.
Namun, Gubernur Bali I Wayan Koster membantah keras isu tersebut. Ia menegaskan bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali justru mengalami peningkatan.
“Jumlah wisatawan mancanegara berkunjung ke Bali tahun 2024 mencapai 6,3 juta orang dan sampai 22 Desember 2025 mencapai 6,8 juta orang, meningkat 500 ribu orang. Sampai akhir Desember diperkirakan mencapai 7 juta orang,” kata Koster, Rabu (24/12/2025).
Beberapa hari sebelumnya, Koster juga menyebut isu Bali sepi sebagai kebohongan. Ia mengklaim setiap hari ada sekitar 17 ribu wisatawan asing yang masuk ke Bali.
“Bohong, saya punya data. Setiap hari totalnya meningkat,” tegasnya.
Tanggapan juga datang dari Kementerian Pariwisata RI. Plh. Deputi Bidang Pemasaran, Dedi Ahmad Kurnia, berharap narasi Bali sepi hanya terjadi di media sosial. Menurutnya, aktivitas pariwisata di Bali masih berjalan normal.
“Mudah-mudahan narasi Bali sepi memang hanya terjadi di media sosial, karena menurut pemantauan kami pergerakan, tingkat okupansi, akomodasi, serta kunjungan ke daerah pariwisata masih berjalan,” ujarnya dalam program Zona Bisnis Metro TV, Rabu.
Dedi mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai periode Januari–Oktober 2025 tumbuh positif 11,07 persen.
Hanya Februari yang mencatat pertumbuhan negatif -2,20 persen. Dari 15 pasar utama, hanya Singapura yang mengalami penurunan -3,6 persen.
Menurutnya, wisatawan Singapura kini mencari daya tarik baru di Bali. Karena itu, Kemenpar mendorong promosi destinasi di Bali utara dan barat agar penyebaran wisatawan lebih merata.
“Indonesia, terutama Bali, tetap menjadi tujuan wisata nomor satu di Asia Tenggara,” tegas Dedi.
Ia menambahkan, tantangan pariwisata Indonesia saat ini bukan soal sepinya wisatawan, melainkan perubahan pola liburan, pergeseran preferensi destinasi, serta faktor daya beli.
Meski demikian, Bali diyakini tetap menjadi magnet utama wisatawan mancanegara.
Baca tanpa iklan