Dosen UIM Makassar Dilaporkan ke Polisi Karena Diduga Ludahi Kasir
Dosen AS meludahi kasir tersebut karena tidak terima ditegur memotong antrean saat membayar.
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM) berinisial AS diduga meludahi kasir minimarket di Makassar Sulawesi Selatan karena ditegur memotong antrean.
- Pihak kampus membenarkan status AS dan menyatakan akan menjatuhkan sanksi akademik.
- Korban berinisial N (21) telah melapor ke Polsek Tamalanrea dan kasusnya kini dalam penyelidikan.
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR- Seorang dosen berinisial AS diduga meludahi seorang kasir perempuan di sebuah minimarket di di Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
AS disebut sebagai dosen di Universitas Islam Makassar (UIM).
Peristiwa tersebut terjadi pada, Kamis (25/12/2025).
Baca juga: Terekam CCTV, Pemuda Curi HP Kasir Minimarket di Kalideres Jakarta Barat Ditangkap Polisi
Dinukil dari Tribun Timur (Tribun Network), AS meludahi kasir tersebut karena tidak terima ditegur memotong antrean saat membayar.
Awalnya ia membuka dompet ingin membayar ke kasir.
Tidak diketahui apa isi percakapan Amal Said dan sang kasir.
Tiba-tiba Amal Said meludahi sang kasir berbaju biru krudung putih.
Penjelasan Kampus
Rektor UIM, Prof Dr Muammar Bakry, membenarkan status AS itu.
"Kalau yang di video itu memang (Dosen UIM), dosen pertanian," kata Muammar Bakry dikonfirmasi via telepon WhatsApp, Jumat (26/12/2025) siang.
Muammar mengaku akan mengambil langkah sebagai pimpinan AS di UIM.
Sebab kata dia, apa yang terekam dalam video viral tersebut tidaklah manusiawi.
"Kita harus tabayyun dulu sama yang bersangkutan toh. Yang pasti di video itu kan nda bagus lah, nda manusiawi kalau itu kejadian," ujarnya.
Muammar yang juga Sekretaris MUI Sulsel, mengaku menyayangkan adanya kejadian itu.
Baca juga: Pengakuan Pria yang Diduga Aniaya Balita hingga Tewas di Luwu, Kesal karena Korban BAB
"Iya (disayangkan). Pasti akan kita berikan sanksi akademik sesuai aturan yang ada di kampus," tegasnya.
Lebih lanjut dijelaskan Muammar, AS bukanlah dosen yayasan yang menaungi MUI.