3 Insiden Wisatawan Tenggelam saat Libur Nataru: Terjadi di Malang, Klaten, dan Pangandaran
Tiga wisatawan tewas tenggelam di Malang, Klaten, dan Pangandaran saat libur Nataru 2026. Di Pangandaran korban lompat dari bangkai Kapal Viking.
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Selama libur Natal dan Tahun Baru 2026, terjadi tiga insiden wisatawan tenggelam di Malang, Klaten, dan Pangandaran.
- Seorang bocah 8 tahun tewas terseret ombak di Pantai Wonogoro Malang.
- Remaja 17 tahun meninggal di Umbul Ponggok saat menunggu giliran foto bawah air.
- Wisatawan 20 tahun tenggelam setelah melompat dari bangkai Kapal Viking di Pantai Pasir Putih.
TRIBUNNEWS.COM - Selama libur natal dan tahun baru 2026 (nataru) terjadi tiga insiden wisatawan tenggelam di Malang, Jawa Timur, Klaten, Jawa Tengah serta Pangandaran, Jawa Barat.
Libur nataru bertepatan dengan libur sekolah sehingga kunjungan wisata meningkat.
Seorang bocah 8 tahun tewas terseret ombak saat bermain di Pantai Wonogoro, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang pada Sabtu (27/12/2025) lalu.
Di Pangandaran, wisatawan meninggal di Pantai Pasir Putih setelah lompat dari bangkai Kapal Viking pada Kamis (25/12/2025).
Insiden wisatawan tenggelam juga terjadi di Umbul Ponggok, Klaten saat remaja berinisial SH (17) menunggu giliran foto bawah air.
Berikut tiga insiden wisatawan tenggelam selama libur nataru:
1. Bocah Tenggelam di Pantai Malang
A (8), bocah asal Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang terseret ombak saat bermain di Pantai Wonogoro.
Keluarga A juga terseret ombak, namun ditemukan dalam kondisi selamat.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menerangkan korban bermain di muara sungai yang jaraknya sekitar 150 meter dari bibir Pantai Wonogoro.
"Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban bermain bermain bersama anggota keluarga lainnya, tiba-tiba datang gelombang cukup besar dari arah laut," ungkapnya.
Baca juga: Data dan Fakta: 8 Kapal Wisata yang Tenggelam di Labuan Bajo 2 Tahun Terakhir
Proses pencarian berlangsung selama 20 menit, namun nyawa korban tak tertolong.
"Ombak tersebut menyeret korban dan keluarganya ke bagian muara yang lebih dalam."
"Korban A dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka ringan,” imbuhnya.
Ia mengimbau wisatawan untuk berhati-hati terutama saat berada di sekitar muara yang memiliki arus tidak menentu.
Baca tanpa iklan