Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Relawan Bencana Sumatra, Mendongeng dan Bernyanyi untuk Penyintas Cilik

PINTI hadir di Aceh, gelar pengobatan gratis dan trauma healing untuk pulihkan senyum anak penyintas banjir.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Cerita Relawan Bencana Sumatra, Mendongeng dan Bernyanyi untuk Penyintas Cilik
(ho/LAP)
Relawan PINTI mendongeng dan bernyanyi bersama anak-anak penyintas banjir Aceh, membawa keceriaan di pengungsian. 

Ringkasan Berita:
  • Kegiatan kemanusiaan PINTI di Aceh menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban banjir
  • Melalui pengobatan gratis dan trauma healing, relawan tidak hanya meringankan beban fisik, tetapi juga memulihkan semangat anak-anak penyintas. 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah duka akibat banjir dan longsor yang melanda Sumatra, sekelompok relawan dari Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) menghibur korban bencana. 

Mereka mendongeng dan bernyanyi bersama, mereka berusaha memulihkan senyum anak-anak penyintas cilik yang kehilangan rumah dan rasa aman.  

Relawan menunjukkan kepedulian nyata bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh dengan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial (baksos) berupa pengobatan gratis. 

Layanan kesehatan gratis bagi para penyintas banjir dilaksanakan PINTI pada 26-29 Desember 2025 yang terpusat di dua lokasi pengungsian, yakni di Desa Meunasah Kuta Trieng dan Desa Buangan, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. 

Di Desa Meunasah Kuta Trieng, tim medis PINTI melayani lebih dari 300 pasien. Sementara di Desa Buangan, pelayan kesehatan gratis diberikan kepada 250 penyintas. 

Para korban banjir merasa sangat terbantu dengan kehadiran layanan kesehatan gratis dari di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.  

Rekomendasi Untuk Anda

Apalagi bagi warga yang kehilangan harta benda dan akses mobilitas, pengobatan gratis tersebut menjadi tumpuan harapan. 

Dalam kegiatan ini, keluhan kesehatan yang paling mendominasi adalah penyakit kulit akibat kontak langsung dengan air kotor dalam waktu lama. 

Selain itu, banyak warga terutama anak-anak, mengeluhkan gejala diare karena sulitnya akses air bersih, serta demam akibat kelelahan dan menurunnya daya tahan tubuh saat berada di pengungsian. 

Pengobatan gratis dipimpin langsung Ketua Umum PINTI Pusat dr Metta Agustina MARS, Sp KKLP, dan dibantu oleh 10 orang dokter dan nakes dari Kabupaten Banda Aceh dan Sigli. 

Kegiatan baksos ini juga dihadiri Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Pusat Teddy Sugianto, Sekjen Candra Jap, Waketum Anna Hartawan, Pembina PINTI Lisa Tanjung, Wakil Ketua PINTI Lindawaty, serta pengurus dari Marga Hwang Indonesia. 

"Di tengah sulitnya akses kesehatan akibat bencana, kami berharap bantuan medis ini dapat meringankan beban fisik serta memberikan ketenangan batin bagi para korban," kata dr Metta Agustina kepada wartawan, Senin (29/12/2025). 

"Mari kita satukan doa dan upaya agar kesehatan mereka segera pulih, sehingga semangat untuk bangkit kembali menata kehidupan dapat terus menyala. Kesembuhan mereka adalah kebahagiaan kita semua," tuturnya. 

Baca juga: Relawan Pegawai PLN Hadir Dampingi Warga Aceh Bangkit dari Trauma Pascabencana

Relawan Lakukan Trauma Healing

Selain memberikan pengobatan gratis, para relawan juga melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Relawan hadir membawa keceriaan dengan metode mendongeng dan bernyanyi bersama para penyintas cilik. 

Sebagai penutup yang manis, relawan membagikan paket makanan ringan (snack)  kepada anak-anak penyintas. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas