Pedagang Sambat Daya Beli Terompet Tahun Baru Alami Penurunan
Jelang pergantian tahun, ada asa para penjual terompet yang tetap terjaga di berbagai kota. Ini cerita pedagang di Sukoharjo dan Bogor.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Penjual terompet musiman memanfaatkan momen Tahun Baru untuk menambah penghasilan meski setahun sekali.
- Daya beli terompet tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya, dipengaruhi cuaca dan kondisi ekonomi.
- Meski penjualan melandai, penjual tetap bersyukur dan berharap rezeki di pergantian tahun.
TRIBUNNEWS.COM - Jelang pergantian Tahun Baru 2026, ada asa para penjual terompet yang tetap terjaga di berbagai kota.
Penjual terompet musiman mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan dan pusat keramaian.
Kebanyakan penjual terompet sebenarnya punya usaha lain.
Tetapi, mereka memilih berjualan terompet di momen pergantian tahun karena prospek menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Tetapi, daya beli terompet tahun ini dinilai berkurang.
Berikut cerita para penjual terompet di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Cerita dari Sukoharjo
Para penjual terompet mulai terlihat di kawasan The Park Mall Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (31/12/2025).
Kawasan tersebut selalu ramai pengunjung setiap tahunnya, terutama menjelang malam tahun baru.
Wastono (65), warga Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, mengaku sudah dua hari berjualan di kawasan tersebut.
Ia menjual terompet buatannya sendiri.
Harganya mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30 ribu per buah.
Baca juga: Malam Tahun Baru 2026, Polda Metro Jaya Bersih-bersih Jukir Liar: Mereka Jadi Titik Sumbatan Jalan
“Baru dua hari ini jualan di The Park Solo Baru. Saya buat sendiri tiap tahun. Hari ini laku sekitar tiga ratus ribuan,” ujar Wastono, Rabu (31/12/2025), dilansir Tribun Solo.
Untuk berjualan, Wastono membawa dagangannya menggunakan sepeda motor dari Wonogiri ke The Park Mall Solo Baru dengan jarak kurang lebih 71 Kilometer.
Ia berencana bertahan hingga malam pergantian tahun.
Baca tanpa iklan