Reaksi Keras Petinggi PKS Cilegon Usai Pembunuh Anaknya Ditangkap
Polisi tangkap HA, pembunuh anak petinggi PKS Cilegon. Motif pencurian berubah jadi tragedi berdarah
Editor:
Glery Lazuardi
Ia menerima video call dari anaknya berinisial D yang memperlihatkan kondisi korban A.
"Saya melihat sendiri bersimbah darah," kata Maman Suherman dikutip TribunJakarta.com dari Youtube Kompas TV, Senin (5/1/2025).
Saat itu, Maman berasumsi anaknya jatuh dari tangga rumah. Ia lalu bergegas pulang ke rumah.
"Saya berteriak di kantor bahwasanya anak saya itu jatuh dari tangga," kata Maman.
Sesampainya di rumah, Mamah masih menduga putranya jatuh dari tangga.
Namun, ia tidak menemukan korban di tangga. Ia lalu bertanya kepada anaknya D terkait posisi korban.
D memberi tahu bahwa adiknya berada di lantai dua. Saat itu, Maman melihat anaknya telah bersimbah darah.
Ketika saya sampai di rumah ee saya juga masih berasumsi dia itu jatuh dari tangga melihat ke tangga enggak ada.
"Saya balikkan kepalanya sedikit. Saya berusaha untuk memberi napas buatan," kata Maman.
Sementara itu, Maman juga menjelaskan mengenai CCTV yang tak berfungsi di rumahnya.
Politikus PKS itu mengungkapkan CCTV tersebut sudah lama rusak karena rumah tersebut biasanya ramai kerabat.
Maman menjelaskan keponakan, mertua serta ipar sering berkumpyl di rumahnya.
Namun saat peristiwa itu terjadi, kata Maman, terdapat kesalahan yang dilakukan Asisten Rumah Tangga (ART).
"Ketika itu memang kesalahan yang diperbuat oleh ART ini tidak memberitahukan dia mau meninggalkan dua anak saya di rumah itu pada jam tersebut," katanya.
Sehingga, kata Maman, ART tidak melakukan prosedur antara lain mengunci pintu kamar, pintu dapur serta pintu masuk ke ruangan utama rumahnya.
Baca tanpa iklan