Reaksi Keras Petinggi PKS Cilegon Usai Pembunuh Anaknya Ditangkap
Polisi tangkap HA, pembunuh anak petinggi PKS Cilegon. Motif pencurian berubah jadi tragedi berdarah
Editor:
Glery Lazuardi
“Di lantai dua inilah pelaku bertemu dengan korban,” kata Dian.
Saat berada di dalam kamar, pelaku sempat berkomunikasi singkat dengan korban terkait keberadaan orang tua dan barang berharga di rumah tersebut.
Namun, situasi berubah ketika korban berusaha melawan dan berteriak meminta pertolongan.
Dalam kondisi panik, pelaku melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan korban tidak tertolong.
Setelah kejadian tersebut, pelaku kembali mencari barang berharga di beberapa ruangan, namun tidak menemukan apa pun.
Pelaku kemudian meninggalkan rumah melalui jalur yang sama saat masuk.
Dalam upaya menghilangkan jejak, pelaku membersihkan diri dan membuang sejumlah barang yang digunakan saat beraksi di beberapa lokasi berbeda di Kota Cilegon.
Setelah itu, pelaku kembali ke rumahnya dan beraktivitas seperti biasa.
Pelaku Tertangkap
Kasus pembunuhan ini akhirnya terungkap setelah polisi menerima laporan percobaan pencurian di rumah warga lain pada awal Januari 2026.
Dari laporan tersebut, polisi mengamankan seorang pria yang ciri-cirinya mengarah pada pelaku pembunuhan di BBS III.
“Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam dan pencocokan barang bukti, pelaku mengakui keterlibatannya dalam kasus pembunuhan tersebut,” ujar Dian.
Barang bukti yang diamankan antara lain sebilah pisau, alat congkel, dan sarung tangan.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
Artikel ini sebagian telah tayang di TribunJakarta.com
Baca tanpa iklan