Alat Berat Mulai Dikerahkan, Warga Nanggalo Padang Kompak Cabut Bendera Putih
Bendera putih yang sebelumnya berkibar sebagai simbol permintaan tolong dan keputusasaan warga kini dicabut setelah alat berat dikerahkan.
Editor:
Theresia Felisiani
Warga terlihat bahu-membahu membersihkan sisa banjir dengan alat seadanya.
Tanah yang kering memicu debu di sepanjang jalan komplek, namun hal itu tak menyurutkan semangat warga untuk menyelamatkan harta benda yang tersisa.
Malam Hari Masih Seperti Kota Mati
Meski aktivitas pembersihan berlangsung di siang hari, Komplek Griya Permata 2 masih tampak seperti "kota mati" saat malam tiba.
Banyak warga yang memilih mengontrak di tempat lain karena rumah mereka sudah tidak lagi memiliki dinding atau lantai yang layak untuk ditempati.
"Siang kami di sini untuk membersihkan rumah, tapi kalau malam komplek ini kosong," sebutnya.
"Banyak yang sudah mengontrak karena rumahnya hanyut atau rusak berat. Kami kembali ke sini hanya untuk memastikan proses perbaikan tetap berjalan," tambahnya.
Harapan senada disampaikan oleh Yarka, warga lainnya. Ia menekankan pentingnya normalisasi agar aliran sungai tidak lagi mengarah langsung ke area pemukiman.
Menurutnya, pembangunan bendungan atau dam yang kokoh adalah harga mati agar warga bisa tidur nyenyak di masa depan.
"Jika alirannya sudah dinormalisasi, air tidak akan lagi menjebol pertahanan komplek. Kami sangat berharap proyek ini selesai tepat waktu," kata Yarka sambil menunjuk ke arah alat berat yang bekerja. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)
Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Warga Griya Permata 2 Padang Turunkan Bendera Putih, Alat Berat Kini Sibuk Bekerja Perbaiki Sungai,
Baca tanpa iklan