Wedding Organizer Tipu Sejumlah Calon Pengantin, Rp500 Juta Dibawa Kabur
Aksi penipuan berbasis jasa Wedding Organizer kembali terjadi. Sejumlah calon pengantin dan vendor di Kabupaten Garut, Jabar jadi korban penipuan
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Terjadi aksi dugaan penipuan berbasis jasa Wedding Organizer (WO) di Kabupaten Garut, Jabar
- Kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta lebih
- Terduga pelaku kini dikabarkan hilang oleh keluarganya
- Vendor fotografi mengaku telah merampungkan kewajibannya namun tak kunjung dibayar
TRIBUNNEWS.COM - Kasus penipuan berbasis jasa kembali terjadi di awal tahun 2026 ini.
Sejumlah calon pengantin rugi puluhan hingga ratusan juta setelah tertipu oleh wedding organizer (WO) di Garut, Jawa Barat.
Tak hanya calon pengantin saja, sejumlah vendor di Kabupaten Garut juga ditipu.
Bahkan, total jumlah korban diperkirakan mencapai 40 orang.
Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin mengatakan, total kerugian mencapai Rp500 juta.
Ia juga menuturkan, pihaknya telah mendapat laporan dari tiga orang korban.
"Sudah ada laporan aduan terkait Masagi WO. Hingga sore ini ada tiga korban yang melapor ke Mapolres Garut, sementara yang lain masih melengkapi bukti," ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id.
Setelah ditelusuri, terduga pelaku penipuan berinisial AM (27).
AM Sempat Dilaporkan Hilang
Dari penelusuran TribunJabar.id, sosok AM ini sempat dinyatakan hilang oleh keluarganya pada 20 Desember 2025 lalu.
Kabar hilangnya AM tersebut disiarkan lewat media sosial.
"Adik saya HILANG dari tadi malam perjalanan dari GARUT menggunakan angkutan umum ELF terakhir di TLP posisi di sekitar UJUNG BERUNG karena ada riwayat GERD, dan gangguan kecemasan. Pada saat di TLP tiba-tiba tidak menjawab, kemungkinan pingsan di dalam Elf. Keadaan sendirian di dalam Elf yang digunakan tidak sampai ke CICAHEUM," tulis pemilik akun Sifa N di Grup Facebook Info Berita Bandung Raya.
Baca juga: Potret Ayu Puspita Pemilik Wedding Organizer Berbaju Tahanan, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Foya-foya
Kesaksian Korban
K (25) yang harusnya melangsungkan pernikahan pada akhir Desember 2025 lalu malah ditipu oleh AM.
Pernikahannya gagal setelah keberadaan AM tak diketahui, sementara ia telah membayar jasa wedding organizer.
"Kalo ditanya malu ya pasti malu, saya menunggu itikad baik dulu dari dia, kalo tetap mentok ya terpaksa ikut lapor polisi," ujar K, Senin (12/1/2026).
Ternyata, tak hanya dia saja yang jadi korban, vendor pernikahan juga menjadi korban AM.