Momen 3 Bocah SD Berhadapan dengan Maling HP, Jambret Tas dan Pelaku Perampasan Anting
Awal tahun 2026, kasus kejahatan jalanan yang menimpa bocah SD viral di sejumlah daerah, ada yang jadi korban pencurian, jambret dan perampasan.
Editor:
Theresia Felisiani
Namun, tas berisi uang Rp 100 ribu milik Darfan tetap dibawa kabur.
"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak lingkungan setempat, namun belum melapor ke polisi, yang rencananya akan membuat laporan jika kondisi korban. Kalau parah, baru akan saya laporkan," lanjutnya.
Keluarga memastikan pelaku hanya seorang pria yang bertindak sendiri dan hanya membawa tas berisi uang.
2. Bocah SD di Solo Jadi Korban Perampasan Anting
Alsava Cantika Cahya, siswi kelas 1 SDN 3 Jaten, Karanganyar, Jumat (9/1/2026) mengalami pengalaman menakutkan.
Di usianya yang masih sangat belia, Alsava harus berhadapan dengan ancaman orang asing tepat setelah jam pelajaran usai.
Anting kecil yang melekat di telinganya menjadi sasaran, dirampas dengan cara yang membuatnya ketakutan.
Kepala SDN 3 Jaten, Chatarina Retmawati, membenarkan peristiwa tersebut.
Kejadian terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, saat suasana sekolah mulai lengang karena siswa bersiap pulang.
"Benar, ada siswi kami dirampas antingnya, dan sekolah serta orangtua korban sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian," kata Catarina, Minggu (11/1/2026).
Menurut Catarina, korban merupakan siswi kelas 1 bernama Alsava Cantika Cahya, putri dari pasangan Danang Nur Cahyo dan Nia Gustianingrum, warga Desa Jati, Kecamatan Jaten.
Peristiwa itu terjadi tepat setelah Alsava keluar dari lingkungan sekolah.
"Kejadian saat itu ketika pulang sekolah, korban dihampiri pelaku dan diminta melepas antingnya oleh seorang wanita yang mengaku akan menculiknya jika tidak dilepas, dan ditaruh di tasnya," kata dia.
Ancaman itu membuat Alsava tak berdaya. Pelaku kemudian membawa korban ke kamar mandi sekolah, tempat anting tersebut dilepas langsung dari telinga bocah itu.
"Pelaku membawa korban ke kamar mandi untuk melepaskan anting itu dari telinga korban, setelah itu, pelaku meninggalkan korban," ujar dia.
Baca tanpa iklan