Sudewo Didukung Jokowi pada Pilbup Pati 2024, Kini Terjerat Kasus Pemerasan Perangkat Desa
KPK tetapkan Bupati Pati Sudewo tersangka suap proyek rel DJKA dan pemerasan jabatan. Pada Pilkada 2024 lalu, Sudewo mendapat dukungan dari Jokowi.
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- KPK menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka kasus suap proyek rel DJKA dan pemerasan jabatan perangkat desa.
- Video kampanye Pilkada 2024 menunjukkan Sudewo bersama wakilnya Risma Ardhi Chandra mendapat dukungan dari Jokowi.
- Setelah Sudewo ditangkap, Risma ditunjuk sebagai Plt Bupati Pati.
TRIBUNNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dua kasus berbeda pada Selasa (20/1/2026).
Kasus pertama yakni suap proyek rel kereta api Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang dilakukan Sudewo saat menjabat sebagai anggota DPR RI.
Kemudian kasus pemerasan dan jual beli jabatan perangkat desa yang dilakukan saat menjadi Bupati Pati.
Dalam kasus tersebut, tiga kepala desa terlibat, yakni Abdul Suyono, Sumarjiono, dan Karjan.
Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Senin (19/1/2026), penyidik KPK mengamankan uang Rp2,6 miliar.
Kemungkinan jumlah tersangka bertambah lantaran KPK masih menelusuri aliran dana kasus pemerasan.
Beredar video Sudewo mendatangi rumah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, saat masa kampanye Pemilihan Bupati Pati 2024.
Sudewo yang saat itu masih calon Bupati Pati didampingi wakilnya, Risma Ardhi Chandra.
Mereka meminta doa dan dukungan Jokowi agar memenangkan kontestasi Pilkada 2024.
Jokowi yang mengenakan baju putih memberi dukungan kepada Sudewo dan Risma Ardhi.
Momen itu terjadi setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden dan aktif memberi dukungan ke para calon kepala daerah.
Baca juga: Wamendagri Bima Arya Sayangkan Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Pati Sudewo: Mengapa Ini Masih Terjadi
"Pak Sudewo, Pak Chandra. Saya titip Kabupaten Pati," ucap Jokowi.
Hasil penghitungan suara KPU menunjukkan Sudewo-Risma Ardhi Chandra yang diusung partai Gerindra menang dengan perolehan suara (53,54 persen).
Mereka mengalahkan Wahyu Indriyanto–Suharyono (PDI-P) dan Budiyono–Novi Eko Yulianto (PPP).