Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

9 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Sudah Ditemukan, 1 Lagi Masih Dicari

Sembilan penumpang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel sudah ditemukan.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Erik S
zoom-in 9 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Sudah Ditemukan, 1 Lagi Masih Dicari
/Puspen TNI
Satu jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Rescue Basarnas Dauphin AS-365 N3 dari kawasan Gunung Bulusaraung menuju Lanud Sultan Hasanuddin, Rabu (21/1/2026). Jenazah dibawa ke RSAU dr. Dody Sardjoto untuk proses identifikasi awal sebelum dibawa ke posko DVI di RS Bhayangkara. (Puspen TNI) 

Ringkasan Berita:
  • Sembilan penumpang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung telah ditemukan hingga Kamis (22/1/2026).
  • Enam korban ditemukan pada hari keenam pencarian dalam kondisi tidak utuh dan sedang dievakuasi oleh tim SAR.
  • Operasi SAR akan ditutup setelah satu korban terakhir berhasil ditemukan.

TRIBUNNEWS.COM, MAROS - Sembilan penumpang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah ditemukan, Kamis (22/1/2026).

Dengan demikian, hanya satu penumpang lagi yang belum ditemukan pada hari keenam operasi pencarian (search and resue/SAR).

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif, mengatakan dari sembilan korban tersebut, enam di antaranya ditemukan dan akan dievakuasi pada Kamis (22/1/2026) dalam kondisi tidak utuh.

“Total yang kita dapat sekarang sembilan korban. Hari ini enam yang berhasil dievakuasi,” katanya saat ditemui di Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1/2026).

Arif menjelaskan penemuan korban dilakukan secara bertahap sejak hari pertama Operasi SAR.

Minggu (18/1/2026) dan Senin (19/1/2026), masing-masing satu korban ditemukan dalam kondisi utuh. 

Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya telah diidentifikasi sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Dedeh Maulana dan Pramugari Florencia Lolita Wibisono.

Satu body part atau bagian tubuh telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI), Rabu (21/1/2026) malam.

Enam korban lainnya ditemukan pada hari keenam pencarian.

“Enam korban yang ditemukan hari ini kondisinya tidak utuh. Ada setengah badan, ada kepala, dan bagian tubuh lainnya. Untuk visualisasi dan identifikasi, nanti akan ditentukan oleh tim DVI,” jelasnya.

Ia menegaskan, Operasi SAR akan ditutup setelah satu korban terakhir berhasil ditemukan.

“Kalau kita dapat satu lagi, Operasi SAR ditutup karena korban sudah lengkap, total sepuluh orang,” tegasnya.

Meski demikian, ia menyebut Operasi SAR masih memiliki batas waktu sesuai ketentuan dan dapat diperpanjang bila diperlukan.

KORBAN KECELAKAAN PESAWAT - Jajaran Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah pegawainya yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, almarhum Deden Maulana. Putra almarhum Deden Maulana, Zio, melantunkan ayat suci Al Quran di hadapan jenazah ayahnya di Aula Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Pasar Minggu Jakarta, Kamis (22/1/2026) pagi. (Tribunnews.com/Gita Irawan)
KORBAN KECELAKAAN PESAWAT - Jajaran Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah pegawainya yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, almarhum Deden Maulana. Putra almarhum Deden Maulana, Zio, melantunkan ayat suci Al Quran di hadapan jenazah ayahnya di Aula Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Pasar Minggu Jakarta, Kamis (22/1/2026) pagi. (Tribunnews.com/Gita Irawan) (Tribunnews.com/Gita Irawan)

“Perpanjangan tergantung keputusan Kabasarnas,” katanya.

Terkait puing-puing pesawat, Muh Arif menyampaikan bahwa serpihan badan pesawat ditemukan berserakan di sekitar lokasi penemuan korban.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas