Mengulik Persiapan Barongsai Tripusaka Jelang Periode Imlek, Kuda-kuda Wushu Ikut Jadi Kunci
Fokus utama dalam peningkatan intensitas latihan jelang imlek lebih memprioritaskan pada penguatan basic yang mengadopsi disiplin Wushu
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Hal ini bisa dilihat dari banyaknya anggota Tripusaka yang masih berada di usia sekolah saat dikunjungi Tribunnews.com dalam sesi latihannya.
Karena hal inilah, keseimbangan antara intensitas latihan menjelang Imlek dengan jenjang pendidikan yang ditempuh anggotanya turut menjadi perhatian utama bagi Tripusaka
Adit mengaku, Tripusaka tetap menerapkan aturan ketat terkait pendidikan bagi para anggotanya.
Pihak Tripusaka tidak ingin kegiatan seni dan olahraga ini mengganggu prestasi akademik para siswa.
"Kita tetap prioritas di sekolah dulu ya, karena istilahnya kan ini semua berawal dari hobi. Jadi kita juga nggak mau istilahnya nanti sampai punya pemain harus sampai tinggal kelas. Jadi seumpamanya ada ujian, itu kita latihan off untuk anak-anak yang masih sekolah," tegas Aditya.
Terkait keberhasilan Tripusaka yang memiliki sistem regenerasi berkelanjutan, Aditya menjelaskan bahwa kunci menarik minat anak muda adalah dengan mengubah stigma Barongsai dari sekadar hiburan menjadi cabang olahraga yang turut diakui KONI melalui Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI).
"Biasanya kita tunjukkan dari prestasi. Berbeda jika kita hanya sebagai penampil dengan sebagai atlet. Apalagi jika bisa membawa nama baik Kota Solo atau Provinsi Jawa Tengah, itu menjadi kebanggaan tersendiri. Anak-anak muda jadi tertarik dan merasa tertantang karena sekarang Barongsai sudah masuk agenda olahraga resmi," jelasnya.
Baca juga: Jelang Imlek 2026, Dishub Solo Siapkan Pengaturan Lalu Lintas untuk Grebeg Sudiro-Malam Imlek
Aditya menekankan, minat anak muda Solo meningkat karena mereka tidak lagi melihat Barongsai hanya sebagai tradisi lama, melainkan jalan untuk meraih prestasi.
"Anak-anak muda jadi tertarik dan merasa tertantang karena sekarang sudah menjadi cabang olahraga resmi. Apalagi jika bisa membawa nama baik Kota Solo atau Provinsi Jawa Tengah, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka," pungkasnya.
Dengan kombinasi kedisiplinan atletik dan manajemen organisasi yang mendukung pendidikan, Tripusaka optimistis bahwa tradisi Barongsai di Solo akan terus hidup dan relevan di tangan generasi muda.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan