Mengulik Persiapan Barongsai Tripusaka Jelang Periode Imlek, Kuda-kuda Wushu Ikut Jadi Kunci
Fokus utama dalam peningkatan intensitas latihan jelang imlek lebih memprioritaskan pada penguatan basic yang mengadopsi disiplin Wushu
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Menjelang Imlek 2026, intensitas latihan Barongsai dan Liong Tripusaka Solo meningkat drastis dari tiga kali seminggu menjadi setiap hari.
- Fokus latihan ditekankan pada penguatan dasar (basic), terutama kuda-kuda Wushu sebagai fondasi kekuatan dan keseimbangan.
- Terkait regenerasi, Tripusaka menjaga kelestariannya dengan tetap memprioritaskan pendidikan anggota yang masih bersekolah, termasuk meliburkan latihan saat ujian.
TRIBUNNEWS.COM - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, suasana di sasana latihan Barongsai dan Liong Tripusaka Solo tampak lebih sibuk dari biasanya.
Bunyi simbal dan tabuhan tambur terdengar lebih sering seiring dengan meningkatnya intensitas latihan para atlet barongsai saat tim Tribunnews.com berkunjung pada Rabu malam (21/1/2026).
Bagi Tripusaka, Imlek bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan panggung pembuktian bagi hasil latihan keras dan proses regenerasi yang mereka jalankan.
Aditya Aristanto, anggota senior Tripusaka yang mendapatkan tugas untuk melatih para juniornya, mengungkapkan bahwa jadwal latihan dari timnya bisa dibilang meningkat drastis menjelang perayaan Imlek.
Latihan yang biasanya hanya tiga kali seminggu, kini berubah menjadi latihan setiap hari.
Peningkatan ini dilakukan untuk memastikan stamina dan kekompakan tim tetap terjaga saat menghadapi jadwal pementasan yang padat.
"Seminggu itu kita ada tiga kali, biasanya di hari Rabu, Jumat, sama Minggu. Cuma biasanya ada event-event tertentu gitu, kita latihan setiap hari. Jadi kayak umpamanya ada pentas performance gitu, porsi latihan juga kita tambah ya, seperti latihan fisik dan skill-skill yang lain," ujar Aditya.
Fokus utama dalam peningkatan intensitas latihan ini, menurut sosok yang akrab disapa Adit ini, lebih tertuju pada penguatan "basic".
Penguatan ini biasanya banyak mengadopsi kuda-kuda yang diadopsi dari disiplin bela diri Wushu.
Sosok yang telah bergabung dengan Tripusaka sejak 2007 ini juga menjelaskan bahwa kuda-kuda Wushu adalah fondasi mutlak.
"Sebelum tampil atau lomba, kita nampilin kuda-kuda dasar dulu. Di Barongsai dan Liong, Wushunya itu basic. Bentuk kuda-kudanya hampir sama karena asalnya dari Tiongkok. Meskipun tidak semua gerakan baku seperti salto digunakan, tapi kekuatan kaki adalah kunci," jelas Aditya.
Selain kuda-kuda, tim Barongsai Tonggak (Tolok Bebas) harus melatih sinkronisasi antara pemain kepala dan ekor di atas tiang besi yang tinggi, sementara tim Liong fokus pada kekompakan 9 pemain naga dan 1 pemain bola (chu).
Mengingat Liong dinilai dari keindahan gerak, latihan koordinasi menjadi bagian paling menyita waktu agar naga terlihat hidup dan dinamis.
Baca juga: 12 Makanan Khas Imlek dan Makna Keberuntungannya
Pendidikan Tetap Jadi Prioritas Anggota yang Masih Bersekolah
Salah satu kekuatan utama Tripusaka adalah regenerasi yang tidak pernah putus .
Baca tanpa iklan