Momen Dedi Mulyadi Berteriak Cari Linggis saat Evakuasi Korban Longsor yang Terjepit Batu
Evakuasi longsor Cisarua penuh drama. Dedi Mulyadi teriak cari linggis. 9 orang tewas, sekitar 80 korban masih dilaporkan hilang.
Editor:
Glery Lazuardi
“Nanti Rp10 juta per kepala keluarga ya, pakai untuk ngontrak dulu di mana terserah,” katanya.
Ia juga membawa seribu kotak nasi untuk pengungsi.
Dedi menekankan bahwa pengungsi berpotensi mengalami tekanan psikologis jika terlalu lama berada di posko.
Oleh karena itu, ia menginstruksikan Sekda Jabar untuk segera menyiapkan alokasi anggaran agar kebutuhan dasar korban dapat terpenuhi.
“Per kepala keluarga Rp10 juta untuk cari kontrakan dan bekal hidup selama dua bulan dulu, sehingga kita bisa fokus recovery bencana dan pencarian korban yang masih tertimbun,” tegasnya.
Baca juga: Didominasi Hidrometeorologi, Bencana Longsor Kembali Telan Korban Jiwa
Upaya Pencarian Hari Kedua
Proses pencarian korban tanah longsor di Kampung Pasir Kuda dan Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memasuki hari kedua.
Pada Minggu ini Tim SAR gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian mulai pukul 07.00 WIB setelah pelaksanaan apel dan briefing pagi.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan briefing dilakukan untuk membagi tugas personel mengingat luasnya area terdampak longsor yang membentang hingga sekitar tiga kilometer, dari mahkota longsoran hingga ke wilayah hilir.
“Iya, kami akan melaksanakan pencarian lagi pukul 07.00 WIB. Diawali apel pagi untuk briefing, pembagian tim, dan penentuan metode pencarian,” ujar Ade kepada awak media, Sabtu (24/1/2026) malam.
Kondisi di Lapangan
Berdasarkan asesmen sementara, kondisi material longsoran masih didominasi tanah lunak bercampur air. Situasi tersebut menyulitkan proses pencarian dan evakuasi korban, sekaligus menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan alat berat.
“Alat berat sebenarnya sudah disiapkan, tapi belum bisa diturunkan. Saat ini kami masih menggunakan alat konstruksi dan metode manual. Kalau lokasi memungkinkan, baru alat berat akan digunakan,” katanya.
Ade mengungkapkan, timbunan material longsoran diperkirakan mencapai ketebalan sekitar lima meter, sesuai laporan kepala desa setempat terkait rumah-rumah warga yang tertimbun.
“Rumah-rumah yang terkubur sekitar lima meter. Lebar area longsoran kurang lebih 100 meter, dengan panjang dampak mencapai tiga kilometer,” ucapnya.
Baca juga: Bocah 2 Tahun Selamat Dari Longsor di Cisarua Bandung Barat, Ditemukan Tim SAR di Atas Genting Rumah
Sembilan Orang Tewas dan 80 Orang Hilang
Berdasarkan data sementara tim SAR gabungan, jumlah korban yang dilaporkan hilang di kawasan longsoran mencapai sekitar 80 orang.
Hingga hari pertama pencarian, korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan berjumlah sembilan orang, sementara puluhan lainnya masih dalam proses pencarian.