Drone UAV Bantu Cari Korban Longsor Bandung Barat, Operasi SAR Risiko Tinggi
Operasi pencarian berlangsung dalam tekanan risiko tinggi, potensi longsor kembali mengancam di Bandung Barat
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Febri Prasetyo
"Perlindungan pengungsi dan keselamatan tim lapangan menjadi prioritas utama, seiring masih tingginya potensi bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut," jelas Abdul Muhari, dalam keterangannya.
Drone UAV untuk Pencarian
Dalam operasi pencarian korban longsor di Kabupaten Bandung Barat, penggunaan Unmanned Aerial Vehicles (UAV) atau drone menjadi salah satu komponen teknologi kunci yang dimanfaatkan tim SAR gabungan.
Menurut pernyataan Basarnas, sebanyak 12 unit drone telah dikerahkan untuk membantu pemantauan area longsor dan mempercepat identifikasi titik–titik penemuan korban, di samping penggunaan alat berat dan tim darat lainnya.
Drone UAV memberikan beberapa keunggulan operasional dalam konteks bencana seperti ini.
Mereka mampu melakukan pemantauan udara secara cepat, menjelajahi area yang luas dan medan yang sulit diakses tanpa membahayakan personel di lapangan.
Selain itu, teknologi ini sering dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi dan sensor inframerah (thermal imaging), yang dapat membantu mendeteksi tanda panas tubuh korban bahkan di kondisi visibilitas rendah (misalnya tertutup material longsor atau vegetasi).
Selain itu, dalam operasi SAR modern di berbagai belahan dunia, drone juga digunakan untuk membangun peta 2D dan 3D dari kawasan terdampak, memberikan overview yang lebih baik kepada komando SAR dalam merencanakan rute pencarian dan memetakan area paling berisiko.
Kapabilitas pemetaan ini jauh melebihi resolusi gambar satelit biasa dan bisa sangat berguna ketika medan sangat tidak stabil atau tertutup reruntuhan.
Dalam operasi tanah longsor besar di Norwegia, misalnya, penggunaan drone sepanjang lebih dari 270 jam flight-time memberikan data real-time dan visual kondisi wilayah yang sangat penting bagi tim SAR, sekaligus mengurangi risiko keselamatan petugas di medan ulung.
Dengan demikian, UAV tidak hanya mempercepat proses pencarian dan penyelamatan, tetapi juga memperluas jangkauan pengawasan, meningkatkan keselamatan tim lapangan, dan memperkuat koordinasi lintas unit dalam misi kemanusiaan yang kompleks seperti di Bandung Barat.
Alih Fungsi Lahan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau bencana longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu, (25/1/2026).
Di lokasi tersebut Wapres menyoroti alih fungsi lahan.
Gibran meminta kepada Kepala Daerah mulai dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubenur Jawa Barat Erwan Setiawan, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail untuk bisa menelusuri alih fungsi lahan bersama pihak Kepolisian.
"Tadi saya titip ke kepala daerah, bupati pak wagub ya ini mohon untuk alih fungsi lahan hal-hal yang sekiranya melanggar peraturan regulasi ini mohon nanti bersama pak Kapolda bisa diselesaikan," kata Wapres di Posko Pengungsian.
Wapres mendapatkan laporan dari warga bahwa daerah yang tertimpa bencana longsor dulunya merupakan hutan pinus.
Baca tanpa iklan