Tragedi Berulang, Ini Deretan Insiden Kecelakaan Pesawat Smart Air di Papua
Pesawat Smart Air PK-SNS jatuh di Nabire, Papua Tengah. Ini catatan 4 insiden sebelumnya di sejumlah wilayah tanah Papua
Editor:
Eko Sutriyanto
2. Tergelincir di landasan Pacu Distrik Homeyo, Papua Tengah
Dikutip dari Tribun Papua, pesawat Smart Air Aviaton Cakrawala tergelincir di Landasan Pacu Distrik Homeyo. Kampung Pogapa, Distrik Homeyo, Intan Jaya, Papua Tengah pada Rabu (2/10/2024) pagi.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, mengatakan, tujuan Pogapa dan kembali lagi ke Nabire tersebut tergelincir saat landing di Landasan Pacu Distrik Homeyo sekitar pukul 08.30 WIT.
Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pesawat dengan nomor register PK-SNK itu membawa seorang penumpang dan beras bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Intan Jaya.
Kombes Ignatius mengatakan pesawat tersebut telah ditarik ke landasan dan pesawat telah take off kembali menuju Bandar Udara Douw Aturure, Nabire.
3. Tergelincir Lapangan Terbang Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya
Kali ini, pesawat Smart Air PK-SNI tergelincir ketika mendarat di Lapangan Terbang Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (21/7/2023) pagi.
Sebanyak tiga penumpang bersama pilot dan co-pilot yang ada dalam penerbangan tersebut dipastikan selamat hanya pesawat tergelincir ke arah utara dari landasan.
"Sekitar jam 10.27 WIT pesawat Smart Air tergelincir di Sugapa karena ban sebelah kiri pecah sekitar 10 meter saat mendarat," ujar Wakapolda Papua Brigjen Ramdani Hidayat saat dihubungi melalui telepon, Jumat.
Kecelakaan yang menimpa pesawat dengan rute penerbangan Nabire-Sugapa tersebut tidak membuat arus lalu lintas udara terganggu.
Distrik Sugapa merupakan ibu kota dari Kabupaten Intan Jaya yang hingga kini masih bergantung dengan moda transportasi udara karena belum terbukanya akses transportasi darat.
Sebagai kabupaten yang berada di wilayah pegunungan, Intan Jaya berbatasan langsung dengan Kabupaten Paniai, Mimika dan Puncak. (*)
4. Tergelincir di Bandara Tiom, Distrik Kurulu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan