Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengrajin Pahat Batu Muntilan Hadapi Kenaikan Harga Bahan Baku dan Persaingan: Laba Tidak Banyak

Pengrajin pahat batu asal Muntilan, Novianto (35 tahun) bercerita tantangan menghadapi kenaikan harga bahan baku dan persaingan, laba tidak besar.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nurkhasanah
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Pengrajin Pahat Batu Muntilan Hadapi Kenaikan Harga Bahan Baku dan Persaingan: Laba Tidak Banyak
Tribunnews.com/Nurkhasanah
PENGRAJIN PAHAT BATU - Cobek batu buatan pengrajin pahat batu asal Muntilan, diambil Senin (19/1/2026). Pengrajin pahat batu asal Muntilan, Novianto (35 tahun) bercerita tantangan menghadapi kenaikan harga bahan baku dan persaingan, laba tidak besar. 

Ringkasan Berita:
  • Novianto (35) memulai usaha menjadi pengrajin pahat batu sejak 2015.
  • Novi menjual hasil kerajinan seperti cobek secara luring dengan mengandalkan pelanggan tetap.
  • Novi bercerita tantangan yang dihadapi pengrajin pahat batu, yakni harga bahan baku semakin mahal hingga laba yang tidak besar.

TRIBUNNEWS.COM - Debu halus beterbangan setiap kali mesin pahat mengenai batu. 

Di sudut Dusun Kembaran, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, suara mesin itu menjadi irama keseharian Novianto (35). 

Dari bongkahan batu, ia membuat kerajinan dengan memahatnya menjadi berbagai jenis bentuk, mulai dari cobek, patung, umpak, hingga kijing makam. 

Pria yang akrab disapa Novi itu memulai usaha menjadi pengrajin pahat batu sejak 2015.

Bukan tanpa alasan, ia menilai usaha pahat batu di Muntilan mudah dilakoni.

"Mulai usaha itu sejak tahun 2015."

Rekomendasi Untuk Anda

"Di Muntilan ini, pekerjaan yang saya rasa menarik ya di batu. Ya, usaha paling mudahlah," ungkap Novianto kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Ketertarikannya pada dunia pahat batu bermula dari pengamatan sederhana terhadap usaha teman. 

Ia pun belajar memahat batu secara autodidak. Perlahan, keterampilan itu tumbuh, meski ia mengakui masih ingin terus menambah kreativitas.

"(Keahlian dan usaha) Pribadi, dengan melihat usaha teman, langsung berusaha untuk belajar sendiri. Dan, alhamdulillah bisa."

"Walaupun sekarang masih ingin menambah kreativitas," ujar pria 35 tahun itu.

Baca juga: Kisah Perajin Pahat Batu Asal Muntilan, 28 Tahun Produksi Patung hingga Cobek, Belajar Autodidak

Dalam sehari, Novianto mampu memproduksi rata-rata 25 cobek. 

Selain itu, ia juga mengerjakan kerajinan pahat batu seperti patung, umpak, dan kijing makam, yang hanya dibuat berdasarkan pesanan.

"Rata-rata 25 cobek per hari."

"Kalau untuk patung, kijing makam, dan umpak itu tergantung pesanan," bebernya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas