Penampakan Rumah Mewah Purwanto Bos Sate Kambing yang Disatroni Perampok di Boyolali
Megah dan Mewahnya Rumah Purwanto Bos Sate Kambing di Boyolali, Warga Tak Dengar Teriakan saat Perampok Beraksi
Editor:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- Penampakan rumah mewah Purwanto, bos sate kambing yang disatroni perampok pada Kamis (29/1/2026).
- Rumah ini terletak di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jateng.
- Rumah Purwanto terbilang besar dan megah serta dikelilingi pagar.
- Meski berada di tengah kampung, rumah tersebut memiliki jarak dengan rumah tetangga.
- Saat perampokan terjadi, warga sama sekali tak dengar teriakan.
TRIBUNNEWS.COM, BOYOLALI – Kasus perampokan terjadi di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jateng pada Kamis (29/1/2026).
Perampokan berdarah ini menimpa sebuah rumah mewah yang dihuni seorang ibu bernama Daryanti (34) dan dua anak perempuan, CF (12) serta Adisa Orlin (6).
Sementara suaminya bernama Purwanto berada di Kalimantan untuk menjalankan usaha kuliner sate kambing.
Rumah korban terbilang besar dan megah. Meski berada di tengah kampung, rumah tersebut memiliki jarak dengan rumah tetangga.
Di sisi kanan dan kiri rumah berwarna krem itu terdapat kebun jati.
Begitu pula bagian depan dan belakang rumah korban yang juga berupa kebun jati.
Warga Tak Dengar Teriakan
Karena memiliki jarak dengan rumah tetangga dan dikelilingi pagar, tidak ada warga yang mengetahui atau mendengar teriakan saat peristiwa berdarah tersebut terjadi.
Hanya terdapat satu rumah tetangga, itu pun masih berjarak sekitar 20 meter.
Baca juga: Perampokan di Boyolali, Purwanto Bos Sate Kambing dan Anak Sulungnya Selamat dari Maut
Rahmat Kristiono, tetangga korban, mengaku meski jaraknya cukup jauh, ia kerap melihat ibu korban.
“Saya kerap melihat ibunya di depan rumah, kadang bersih-bersih,” pungkasnya.
Korban dikenal sebagai istri Purwanto, bos kuliner sate kambing di Singkawang, Kalimantan.
Daryanti Minta Tolong Purwanto
Dalam kondisi penuh darah, korban, Daryanti (34), sempat menelepon suaminya, Purwanto, yang saat itu berada di Kalimantan Barat, untuk meminta pertolongan.
Baca tanpa iklan