Memohon, Ucapan Istri Bos Sate di Boyolali saat Dicekik Perampok: Sudah, Gus, Utangmu Lunas
Daryanti, istri bos sate di Boyolali yang menjadi korban perampokan sempat memohon kepada pelaku.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Daryanti, istri bos sate di Boyolali yang menjadi korban perampokan sempat memohon kepada pelaku.
- Ia meminta pelaku berhenti melukainya dan akan menganggap utang pelaku lunas.
- Namun, pelaku justru melukai leher Daryanti menggunakan cutter.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus kejahatan di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang mempengaruhi rasa aman masyarakat.
Kejahatan dapat terjadi di perkotaan maupun pedesaan, di ruang publik maupun lingkungan tempat tinggal warga.
Menurut data Kepolisian Republik Indonesia sepanjang tahun 2025 tercatat ada 380.424 tindak kejahatan di Indonesia.
Dari jumlah itu, 44.671 kasus merupakan pencurian dengan pemberatan dan 34.541 kasus pencurian biasa.
Melansir pusiknas.polri.go.id, sebanyak 77.118 kasus tindak kejahatan terjadi di rumah.
Seperti yang baru-baru ini terjadi di rumah Purwanto, bos sate kambing di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Rumahnya disatroni perampok pada Kamis (29/1/2026), yang mengakibatkan putrinya berinisial AO (6) tewas, dan sang istri, Daryanti (34) mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit.
Adapun Purwanto tengah berada di Singkawang, Kalimantan Barat, menjalankan bisnis kulinernya yakni sate kambing.
Terungkap pelaku bernama Agus (30), yang tak lain merupakan tetangga korban. Ia ditangkap, Jumat (30/1/2026) di Kabupaten Kudus.
Diduga motif pelaku melancarkan aksi kejinya karena ditagih utang oleh korban.
Peristiwa perampokan sadis di rumah bos sate kambing itu ternyata diawali dengan perbincangan antara pelaku dan Daryanti.
Baca juga: Kronologi Perampokan Rumah Bos Sate Kambing di Boyolali, Bocah 6 Tahun Tewas di Kamar Mandi
Hal itu berdasarkan video berisi pengakuan Agus kepada polisi, dikutip Tribunnews dari Kompas.com.
Dalam video yang beredar di media sosial itu, Agus mengaku sempat berbincang dengan korban.
Agus mengaku masuk rumah begitu saja lantaran pintu pagar tidak dikunci.
Ia kemudian memanggil Daryanti. Korban pun keluar. Agus kemudian menanyakan nomor rekening kepada korban.