Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gamelan Hidupkan Desa Sawahan Karanganyar: Sanggar Madhangkara Satukan Warga dan Anak Muda

Sanggar Madhangkara di Sawahan hidupkan lingkungan lewat gamelan, satukan warga, dan jadi alternatif positif bagi anak di tengah maraknya game online.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gamelan Hidupkan Desa Sawahan Karanganyar: Sanggar Madhangkara Satukan Warga dan Anak Muda
HO/IST
KEGIATAN SANGGAR MADHANGKARA - Warga di wilayah Sawahan, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah terlibat dalam kegiatan seni yang diadakan oleh Sanggar Madhangkara. 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah padatnya permukiman warga Desa Sawahan, Kelurahan Jaten, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bunyi gamelan kini menjadi penanda kehidupan baru di lingkungan tersebut. 

Sejak berdirinya Sanggar Madhangkara, suasana kawasan Sawahan berubah menjadi lebih hidup dengan berbagai aktivitas seni dan budaya yang melibatkan anak-anak hingga orang dewasa.

Sanggar Madhangkara secara resmi didirikan oleh dalang wayang kulit, Ki Cahyo Kuntadi, pada 24 Oktober 2020.

Nama Madhangkara merupakan singkatan dari Mangesthi Dharmaning Kabudayan Rahayu, yang bermakna perbuatan baik melalui kebudayaan dapat membawa manfaat dan keselamatan.

Pengelola Harian Sanggar Madhangkara, Surya menuturkan, kehadiran sanggar membawa perubahan nyata. 

“Ada perubahan lingkungan. Sekarang lebih terasa hidup karena sering ada aktivitas positif,” ujar  Surya, saat diwawancarai Tribunnews di kawasan Jaten, Jumat (30/1/2026).

Aktivitas rutin di sanggar bukan hanya menghadirkan kesenian tradisional, tetapi juga menciptakan ruang pertemuan sosial bagi warga lintas Rukun Tetangga (RT). 

Rekomendasi Untuk Anda

Latihan gamelan, diskusi, dan kolaborasi kegiatan membuat warga yang sebelumnya jarang berinteraksi menjadi lebih saling mengenal.

“Warga jadi lebih mengenal antar-RT. Ada interaksi yang sebelumnya tidak terlalu sering terjadi,” kata Surya.

Salah satu dampak paling terlihat adalah pada anak-anak dan remaja. 

Baca juga: Sanggar Madhangkara, Cara Ki Cahyo Kuntadi Mendekatkan Wayang ke Generasi Muda

Di tengah maraknya ketergantungan pada gawai atau gadget dan permainan daring atau game online, sanggar menjadi alternatif kegiatan yang lebih membumi. 

Ketertarikan terhadap gamelan tumbuh, bahkan pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah bersentuhan dengan alat musik tradisional.

“Ada perubahan. Anak-anak sekarang tertarik pada kegiatan gamelan. Yang biasanya banyak main game online, mulai diarahkan ikut kegiatan di sanggar,” jelas Surya.

Tak hanya bergerak di bidang latihan seni, Sanggar Madhangkara juga aktif berkolaborasi dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya tingkat kampung. 

Keterlibatan ini memperkuat posisi sanggar sebagai bagian dari kehidupan warga, bukan sekadar tempat latihan tertutup.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas