Gamelan Hidupkan Desa Sawahan Karanganyar: Sanggar Madhangkara Satukan Warga dan Anak Muda
Sanggar Madhangkara di Sawahan hidupkan lingkungan lewat gamelan, satukan warga, dan jadi alternatif positif bagi anak di tengah maraknya game online.
Penulis:
Falza Fuadina
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Menurutnya, nilai terbesar yang dihadirkan sanggar bagi masyarakat adalah semangat gotong royong.
Persiapan kegiatan, perawatan alat, hingga penyelenggaraan acara dilakukan bersama-sama oleh warga dan pengelola sanggar.
“Nilai gotong royong itu yang paling terasa. Banyak dukungan warga juga untuk kegiatan sanggar,” ucap Surya.
Meski demikian, keberadaan sanggar di kawasan perumahan padat bukan tanpa tantangan.
Sanggar seni tersebut diketahui terletak di antara Perumahan Loh Agung, Citra Estetika, dan Citra Mulia.
Rumah-rumah yang berdempetan membuat pengelola harus menerapkan pembatasan waktu dan intensitas kegiatan agar tidak mengganggu kenyamanan sekitar.
“Dampaknya lebih banyak positif, tapi ada tantangan karena lingkungan perumahan. Jadi harus ada pembatasan kegiatan,” ungkap Surya.
Bagi warga sekitar, Sanggar Madhangkara dinilai sangat penting sebagai ruang pelestarian budaya.
Selain menjadi tempat belajar seni tradisional, sanggar juga berperan sebagai benteng nilai kebersamaan di tengah perubahan gaya hidup modern.
Ia berharap sanggar dapat terus bersinergi dengan lingkungan dan mendapat dukungan lebih luas dari masyarakat.
Pesannya sederhana namun tegas: pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama.
“Harapannya sanggar terus sinergi dengan lingkungan. Untuk warga, mari lebih mendukung upaya pelestarian tradisi dan budaya ini,” tandasnya.
(Tribunnews.com/Falza)
Baca tanpa iklan