Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Murid SD Akhiri Hidup Karena Keterbatasan Ekonomi di NTT, Tetangga Kaget dan Terpukul

YBR diberitakan bunuh diri karena keluarganya tidak mampu membelikannya buku dan pulpen.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Erik S

Ringkasan Berita:
  • Tetangga dan pihak sekolah menyebut YBR anak yang ceria, aktif, dan tidak menunjukkan tanda masalah.
  • Gubernur NTT menyatakan peristiwa ini sebagai kegagalan pemerintah dan meminta semua pihak lebih peduli agar tidak terulang.

 

TRIBUNNEWS.COM, BAJAWA – Tetangga mengaku kaget dan terpukul mengetahui murid SD YBR (10) mengakhiri hidupnya karena keterbatasan ekonomi.

YBR diberitakan bunuh diri karena keluarganya tidak mampu membelikannya buku dan pulpen.

“Kami semua kaget dan terpukul. Tidak menyangka anak sekecil ini bisa berakhir seperti ini,” ujarnya dengan nada heran, tetangga korban di Dona, Kamis (5/2/2026).

Sina mengatakan YBR sebagai anak yang energik dan mudah bergaul. Ia kerap menghabiskan waktu bermain bola bersama teman-temannya.

“Kami melihat dia sama seperti anak-anak lain, hobinya bermain,” kata Thadeus Sina.

Rekomendasi Untuk Anda

Thadeus juga mengungkapkan, keluarga YBR hidup dalam keterbatasan ekonomi. Meski demikian, kondisi tersebut tidak pernah tampak mengurangi keceriaan YBR di lingkungan sekitar.

“Penglihatan saya sebagai tetangga, mereka keluarga sederhana dan kurang mampu secara ekonomi,” ungkapnya.

Ia mengaku terpukul ketika mengetahui peristiwa yang menimpa YBR. Menurutnya, sulit diterima bahwa seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar harus meninggal dengan cara yang tidak wajar.

Kepala SDN Rutojawa, Maria Ngene, menyebut tidak ada tanda-tanda mencolok pada diri almarhum semasa hidupnya.

“Anak ini ceria, rajin, dan cerdas. Tidak menunjukkan hal-hal yang menonjol,” ujar Maria.

Baca juga: Soal Bocah SD di NTT Akhiri Hidup, Mensesneg: Mari Tumbuhkan Rasa Kepedulian Sosial

Suasana rumah duka siswa SD berinisial YBR di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, masih diselimuti duka mendalam

Gubernur Mengaku Malu

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT),  Emanuel Melkiades Laka Lena (49) mengatakan kasus bunuh diri YBR di Kabupaten Ngada adalah cerminan pemerintahan gagal.

Pernyataan tegas itu disampaikan Gubernur Melki saat sambutan pada acara peluncuran dan peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Rabu (4/2/2026).

Sesuai Minatmu
Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas