Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dampak Kebijakan Pusat, BPJS PBI Diputus Massal dan Warga di Daerah Kesulitan Berobat

BPJS PBI mendadak nonaktif usai validasi data pusat. Pasien kronis hingga warga miskin terancam tak bisa berobat, kebijakan dipertanyakan.

Tribun X Baca tanpa iklan

Namun, setelahnya ia diminta untuk mengurus pengaktifan ulang kepesertaannya.

"Kemarin diminta mengaktifkan, diberi formulir dan diwajibkan menggunakan materai,"

"Saya pikir pengaktifannya di kantor BPJS Kesehatan, ternyata di Puskesmas," lanjut Mujiati.

Ia mengaku sudah bertahun-tahun menggunakan BPJS PBI dan persoalan seperti ini belum pernah terjadi.

Warga Bekasi Tak Bisa Cuci Darah

Seorang wanita berusia 34 tahun di Bekasi, Jawa Barat tak bisa melakukan cuci darah rutin setelah BPJS PBI miliknya dinonaktifkan.

Ia mengetahui BPJS Kesehatan miliknya nonaktif pada Senin (2/2/2026) kemarin.

Padahal, ia harus rutin cuci darah atau hemodialisa pada Rabu dan Sabtu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tiba-tiba per 1 Februari diputus. Besoknya jadwal HD. Sekarang saja sudah sesak napas. Kalau besok enggak ada HD, saya sudah enggak tahu lagi," ujarnya, kepada Kompas.com, Rabu (4/2/2026).

Ia mengaku telah menerima BPJS PBI selama tiga tahun untuk pengobatan gagal ginjal di RS Mitra Keluarga Jatiasih.

Nonaktifnya BPJS PBI miliknya setelah adanya pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTESN).

Dari data tersebut, ia dimasukkan ke Golongan Desil VI yang berarti ia termasuk kelompok menengah ke atas.

Baca juga: Warga Kaget saat Berobat BPJS PBI Dinonaktifkan, Pasien Gagal Ginjal Tak Bisa Cuci Darah Rutinan

"Penerima PBI seharusnya desil I sampai IV. Saya dimasukkan ke desil VI, padahal kondisi ekonomi saya tidak berubah. Rumah bocor di atas, banjir di bawah," pungkasnya.

Warga Ponorogo Pindah ke Umum saat Berobat

Warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur bernama Dwi Rahayu mengaku kaget saat hendak periksa di Puskesmas.

Ia kaget setelah BPJS PBI miliknya nonaktif hingga Dwi Rahayu harus berobat menggunakan dana pribadi atau pasien umum.

"Saya kaget lo mbak, ternyata gak aktif PBI BPJS-nya. Mana mau berobat. Tahunya pas di Puskesmas, terpaksa umum," ujarnya, dikutip dari TribunJatim.com.

Warga Bali Mengeluh

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas