Dampak Kebijakan Pusat, BPJS PBI Diputus Massal dan Warga di Daerah Kesulitan Berobat
BPJS PBI mendadak nonaktif usai validasi data pusat. Pasien kronis hingga warga miskin terancam tak bisa berobat, kebijakan dipertanyakan.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Seorang warga Kabupaten Karangasem, Bali, Ni Made Suerni (55) mengaku kaget setelah BPJS Kesehatan miliknya mendadak tidak aktif pada Kamis (5/2/2026) lalu.
"Saya cek di aplikasi (JKN Mobile), tiba-tiba status kepesertaan saya non aktif," ungkap Suerni kepada Tribun-Bali.com.
Ia pun sempat menanyakan apa yang dialaminya ke pihak desa dan diminta untuk reaktivasi.
Namun, saat hendak reaktivasi, ia terhalang syarat harus melampirkan surat sakit lengkap dengan diagnosa dokter jika ingin kembali reaktivasi.
"Berarti harus sakit dulu, baru bisa reaktivasi seperti itu pikiran saya. Itu pun dikatakan harus tetap nanti keputusannya di pemerintah pusat," jelasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Dulu Gratis, Kini Menahan Perih: Kisah Mujiati Hadapi Gigi Bengkak Saat BPJS Tiba-tiba Mati
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto/Nanda Lusiana)(TribunJateng.com, Idayatul Rohmah)(TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum)(Tribun-Bali.com, Eka Mita Saputra)(Kompas.com, Dinda Aulia Ramadhanty)
Baca tanpa iklan