Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Regional: Gempa M 6,4 Guncang Pacitan - Prank Debt Collector di Semarang

Gempa magnitudo 6,4 mengguncang Pacitan, sementara di Semarang viral kasus ambulans jadi korban prank penagihan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Desa Nenawea berada di Pulau Flores sementara Kupang berada di Pulau Timor. Kedua pulau ini dipisahkan Laut Sawu.

Raymundus Bena mengatakan berdasarkan hasil penggalian informasi tim internal pemerintah daerah, tidak ditemukan pernyataan dari keluarga korban yang menyebutkan bahwa motif kematian YBR berkaitan perlengkapan sekolah

“Perlu saya tegaskan, informasi yang menyebut korban mengakhiri hidupnya karena tidak dibelikan buku dan bulpen adalah tidak tepat. Tidak ada pernyataan dari ibu kandung maupun keluarga korban yang menyampaikan hal tersebut,” kata Raymundus saat konferensi pers di Aula Rumah Jabatan Bupati Ngada, Kamis (5/3/2025) malam. 

Meski demikian, Bupati menegaskan hingga kini motif pasti kematian korban belum dapat disimpulkan dan masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian. 

Pemerintah daerah, kata dia, memilih tidak berspekulasi sembari menunggu hasil resmi aparat penegak hukum.

Bupati mengungkapkan keluarga korban masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem Desil 1. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk kebutuhan pendidikan korban.

Baca selengkapnya.

5. Prank Debt Collector Rugikan 3 Ambulans di Semarang, Order Antar Pasien malah Disuruh Tagih Utang

ORDER FIKTIF AMBULANS - Tiga unit ambulans dan satu mobil pikap layanan logistik jadi korban orderan fiktif di Semarang, Jawa Tengah.
ORDER FIKTIF AMBULANS - Tiga unit ambulans dan satu mobil pikap layanan logistik jadi korban orderan fiktif di Semarang, Jawa Tengah. (Instagram @informasi.semarang)
Rekomendasi Untuk Anda

Fenomena debt collector di Indonesia terus menjadi perhatian.

Di berbagai daerah, praktik penagihan utang oleh oknum debt collector kerap memicu polemik, mulai dari tindakan intimidatif hingga dugaan pelanggaran hukum.

Di banyak kota besar hingga daerah, masyarakat kerap melaporkan pola penagihan yang agresif.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Semarang, Jawa Tengah.

Tiga ambulans swasta di Kota Semarang menjadi korban aksi dugaan teror penagihan pinjaman online (pinjol) dengan modus order fiktif.

Tiga unit ambulans itu dipanggil untuk menjemput pasien, namun sesampainya di lokasi, permintaan layanan itu ternyata palsu.

Sopir malah disuruh untuk menagih utang.

Order pengantaran pasien itu diterima admin melalui telepon dan aplikasi pesan WhatsApp.

Peristiwa itu terjadi di kawasan pemukiman Kecamatan Semarang Barat.

Akibat prank order fiktif itu, pihak ambulans mengalami kerugian bahan bakar dan tenaga.

Sebagai ambulans swasta, biaya operasional dikeluarkan terlebih dahulu, sedangkan pembayaran baru diterima setelah layanan selesai.

“BBM pakai uang pribadi. Kondisi lagi sepi order, tapi tetap berangkat karena mikirnya ada pasien,” kata Admin Ambulans Antasena, Aldy (25) saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (4/2/2026).

Biasanya, tarif layanan ambulans dalam kota berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu untuk pulang pergi, dan sekira Rp350 ribu untuk sekali jalan.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Sesuai Minatmu
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas