2 Aksi TPNPB-OPM: Tembaki Pesawat di Boven Digoel dan Warga Sipil di Yahukimo
Gangguan tembakan oleh OPM terhadap Suwono saat mengendarai mobil tangki air saat menuju ke Dermaga Logpon.
Editor:
Erik S
Dalam pernyataannya, Heluka menyebut wilayah Korowai sebagai medan perang telah ditetapkan dalam operasi kelompoknya.
“Saya sebagai Komandan Operasi sudah menegaskan beberapa kali bahwa wilayah Yalimo adalah wilayah medan perang. Penembakan buruh, serangan terhadap pilot, dan pembakaran pesawat itu benar perintah saya,” ujarnya dalam video tersebut.
Heluka menyatakan siap bertanggung jawab atas seluruh tindakan pasukannya.
Ia juga meminta aparat keamanan tidak menargetkan masyarakat sipil dalam proses penegakan hukum.
“Kalau mau cari pelaku, cari saya dan pasukan saya. Jangan cari masyarakat dan orangtua yang tidak tahu apa-apa,” katanya.
Selain mengklaim tanggung jawab atas aksi kekerasan, Heluka turut menyampaikan sikap politik kelompoknya.
Ia menegaskan bahwa perjuangan TPNPB, menurut versinya, tidak berkaitan dengan pembangunan infrastruktur maupun bantuan ekonomi dari pemerintah.
“Kami tidak minta pembangunan, tidak minta jalan, tidak minta uang. Kami murni minta pengakuan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah yang diklaim sebagai zona konflik agar mengosongkan daerah tersebut dan menyatakan pasukannya siap menghadapi operasi keamanan.
Klaim ini memunculkan kekhawatiran serius, terutama karena serangan disebut menyasar warga sipil serta fasilitas penerbangan menjadi akses vital masyarakat pedalaman.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunpapuatengah.com dengan judul LAGI- OPM Kodap XVI Yahukimo Tembak Warga Sipil, Korban Dalam Kondisi Sadar