5 Populer Regional: Siswi SD Demak Akhiri Hidup - Nasib Anggota Banser yang Dianiaya Bahar bin Smith
Siswi SD di Demak tewas setelah percakapan WhatsApp dengan ibu, sementara korban penganiayaan Bahar bin Smith, Rida nasibnya dipecat.
Penulis:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Populer regional merupakan berita paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir.
- Dimulai seorang siswi SD berusia 12 tahun di Demak, Jawa Tengah, ditemukan tewas setelah sempat membagikan percakapan WhatsApp dengan ibunya yang marah padanya.
- Kemudian ada kasus penganiayaan anggota Banser oleh Bahar bin Smith membuat korban, Rida, kehilangan pekerjaan, sementara pelaku tidak ditahan karena dianggap tulang punggung keluarga.
TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari kasus siswi SD nekat akhiri hidup di Demak, Jawa Tengah.
Korban berusia 12 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya pada Kamis (12/1/2026) sekira pukul 18.00 WIB.
Sebelum akhir hidup, korban sempat membagikan percayakan obrolan di aplikasi WhatsApp berisi sang ibu marah-marah kepadanya.
Kemudian ada update kasus anggota banser dianiaya Bahar bin Smith.
Buntut dari kasus ini, korban Rida dipecat dari pekerjaannya sehingga tak memiliki penghasilan tetap setelah menjadi korban penganiayaan.
Sementara pelaku tidak ditahan dengan dalih sebagai tulang punggung keluarga.
1. Usai NTT, Kasus Bocah SD Akhiri Hidup Terjadi di Demak Jateng
Kasus anak mengakhiri hidup kembali terjadi.
Setelah beberapa waktu lalu terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kasus serupa kini terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Kamis (12/1/2026).
Korban di Demak merupakan anak perempuan berusia 12 tahun.
Korban diduga sakit hati terhadap ibunya.
Dikutip dari Tribun Jateng, korban sempat mengunggah percakapan melalui pesan WhatsApp (WA) yang diduga berisi makian.
Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan adanya unggahan tersebut.
Tangkapan layar percakapan itu diunggah korban beberapa hari sebelum peristiwa tragis terjadi.
"Screenshot chat dari ibu ke korban lalu diunggah oleh korban di WhatsApp beberapa hari sebelum peristiwa terjadi," kata Anggah, Jumat (13/2/2026).
Baca tanpa iklan