Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Tulungagung Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak, Pemkab Janji Perbaiki Maret

Wujud protes terhadap jalan yang tak kunjung diperbaiki, warga Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur menanam pohon pisang di jalan rusak.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Warga Tulungagung Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak, Pemkab Janji Perbaiki Maret
Tribunnews.com/Tribun Jatim Network/David Yohanes
TANAM POHON PISANG - Warga melintas di dekat pohon pisang yang ditanam warga di tengah jalan raya Lingkungan 8 Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (15/2/2026). Aksi tanam pohon ini bentuk protes warga karena kerusakan jalan yang tidak kunjung diperbaiki. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Ngunut, Tulungagung tanam pisang protes jalan rusak.
  • Jalan rusak 200 meter sebabkan pengendara motor sering terjatuh.
  • Pemkab janji perbaikan Maret 2026 setelah terkendala waktu anggaran.

 

TRIBUNNEWS.COM - Wujud protes terhadap jalan yang tak kunjung diperbaiki, warga Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menanam pohon pisang di jalan rusak.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Lingkungan 8 Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Minggu (15/2/2026).

Dilansir Tribun Jatim, panjang ruas jalan yang ditanami pisang ini sekitar 200 meter.

Sejumlah spanduk dipasang di pohon pisang dengan berbagai tulisan.

Seperti “Harap pelan-pelan, jalan banyak yang berlubang. Sudah banyak yang jadi korban.”

Rekomendasi Untuk Anda

Ada juga tulisan bernada sindiran, “Korban Janji” dilengkapi dengan gambar ekspresi senyum serta “maaf perjalanan anda terganggu sedang ada perbaikan jalan. Umpamane (seandainya).”

Para pengemudi mobil maupun pemotor tampak menghindari setiap pohon pisang yang berdiri.

Warga setempat, Maryaumi, menjelaskan jalan milik Pemkab Tulungagung ini sudah lama terjadi.

“Sudah lama rusak, tapi tidak kunjung diperbaiki,” ucapnya dengan nada kecewa.

Baca juga: Pelajar SMK Tewas Terperosok di Jalan Rusak di Jaktim, Ini Kata Gubernur Pramono

Aksi serupa di wilayah tersebut pernah dilakukan pada 14 Agustus 2025.

Saat itu warga berinisiatif menutup lubang yang menganga dengan semen.

Tetapi, upaya perbaikan swadaya ini tidak bertahan lama, karena kekuatan bahan semen yang tidak menyatu dengan aspal.

Apalagi saat ini sering turun hujan sehingga titik-titik lubang yang sudah diperbaiki akhirnya rusak kembali.

“Setelah diperbaiki warga sekarang rusak lagi dengan kondisi lebih parah,” tambahnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas