Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ada Jejak Perundungan dalam Kasus Kematian Siswa SMP di Bandung

Tragedi kematian Zein Ahmad membuka luka lama perundungan anak. Kekerasan dialami korban sejak SD dan berakhir dengan kehilangan nyawa.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Zein Ahmad (14) ditemukan tewas setelah sempat hilang sepekan, diduga dibunuh dua temannya di kawasan eks Wisata Kampung Gajah.
  • Keluarga mengungkap korban mengalami perundungan dan kekerasan sejak kelas 5 SD, termasuk pemukulan dan pemerasan.
  • Kasus ini menegaskan perundungan anak sebagai persoalan serius nasional yang dapat berujung pada tragedi fatal bila diabaikan.

TRIBUNNEWS.COM - Isak tangis yang menyelimuti rumah keluarga ZAAQ (14) di Kampung Burujul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mencerminkan fakta pahit yang bukan hanya dialami satu keluarga, tapi juga banyak anak di seluruh Indonesia.

ZAAQ ditemukan tewas di kawasan eks Wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (9/2/2026).

Tewasnya salah satu siswa SMP di Kota Bandung ini menambah panjang daftar kasus kekerasan terhadap anak.

Di tahun 2025 saja, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, ada 2.031 kasus pelanggaran hak anak dengan 2.063 korban, dengan berbagai bentuk kekerasan fisik dan psikologis.

Angka tersebut, naik 2-3 persen dari tahun 2025, dan menunjukkan bahwa aksi kekerasan terhadap anak di bawah umur masih meninggal tiap tahunnya.

Sebelum ditemukan tewas, ZAAQ disebut menjadi korban perundungan oleh pelaku pembunuhan, YA (16).

Rekomendasi Untuk Anda

Polisi telah menetapkan 2 tersangka dan keduanya dijerat dengan Pasal 80 Ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 459 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan berencana.

Tersangka pun terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun.

Undang (52) selaku kakek korban menceritakan, sejak kenal dengan YA, cucunya selalu dianiaya.

"Sejak kenal dengan pelaku dia kerap menderita, belakangan kami tahu dia sering dianiaya,"

"Pernah dipukul sampai matanya bengkak. Uang jajannya juga sering dirampas pelaku," ujar Undang saat ditemui TribunJabar.id, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Kematian ZAAQ dan Upaya Mengurai Motif Kekerasan Antar Anak di Bandung, Psikolog Dilibatkan

Korban pun akhirnya dipindahkan ke Kota Bandung setelah lulus SD agar jauh dari YA, dan bersekolah di SMPN 26 Kota Bandung.

Namun, pelaku justru tetap mengejar korban hingga akhirnya ZAAQ tewas setelah ditusuk delapan kali menggunakan pisau.

Saat cucunya dilaporkan hilang, pihak keluarga sudah mencurigai YA.

"Keluarga tidak bisa tidur nyenyak selama seminggu. Kami menggelar yasinan di malam Jumat, berdoa agar Zein ditemukan,"

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas