Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Seni Mengoplos: Rahasia Istimewanya Racikan Teh Wedangan Khas Solo yang Nasgitel

Di balik nikmatnya teh wedangan Solo yang punya cita rasa khas nan istimewa, nyatanya ada berbagai karakter teh yang diadu dan dipadu.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dwi Setiawan
Editor: Drajat Sugiri
zoom-in Seni Mengoplos: Rahasia Istimewanya Racikan Teh Wedangan Khas Solo yang Nasgitel
Tribunnews.com
SENI MERACIK TEH - Mengoplos alias meracik teh dari berbagai merk/jenis telah menjadi keterampilan tak tertulis bagi para pemilik wedangan. Di balik nikmatnya teh wedangan Solo yang punya cita rasa khas nan istimewa, nyatanya ada berbagai karakter teh yang diadu dan dipadu. 
Ringkasan Berita:
  • Di balik nikmatnya teh wedangan Solo yang punya cita rasa khas nan istimewa, nyatanya ada berbagai karakter teh yang diadu dan dipadu.
  • Meracik teh tubruk dari berbagai macam jenis telah menjelma menjadi sebuah kebiasaan yang tidak terbantahkan.
  • Khususnya lagi bagi mereka yang punya usaha wedangan alias angkringan.

TRIBUNNEWS.COM - Di balik nikmatnya teh wedangan Solo yang punya cita rasa khas nan istimewa alias yang sering disebut Nasgitel (Panas, Sepat, Wangi, Legi dan Kenthel), nyatanya ada berbagai karakter teh yang diadu dan dipadu.

Kegiatan mengoplos teh seakan menjadi keterampilan tak tertulis bagi para pemilik wedangan di Kota Bengawan.

Di bawah temaram lampu di sebuah tempat wedangan, entah yang berada di pusat atau sudut kota Solo.

Meracik teh tubruk dari berbagai macam jenis telah menjelma menjadi sebuah kebiasaan yang tidak terbantahkan.

Khususnya lagi bagi mereka yang punya usaha wedangan alias angkringan.

Berbagai macam percobaan dilakukan, agar mendapatkan komposisi racikan teh yang khas dan istimewa rasanya.

Tujuannya satu.

Rekomendasi Untuk Anda

Racikan tersebut bisa memanjakan selera para pelanggan yang terkesima dengan istimewanya teh wedangan ala Solo.

Baca juga: Jelajah Wedangan Legend Solo: Mbah Wiryo, Pak Yo Kemin, hingga Uniknya Pikulan Pak Senen

Jika sudah membuat orang terkesima, maka hampir pasti orang tersebut bakal kembali ke tempat wedangan tersebut.

Mencari perpaduan sempurna antara aroma teh yang wangi, disertai warnanya yang pekat dan ada rasa sedikit sepat, seakan menjadi seni mahal yang dimiliki para pemilik wedangan di Solo.

Sosok Purwaka alias pemilik akun Blontak Poer yang hobi mengulas teh wedangan Solo.
Sosok Purwaka alias pemilik akun Blontank Poer yang hobi mengulas teh wedangan Solo.

Tribunnews pun berkesempatan untuk berdiskusi soal kebiasaan warga Solo yang suka mengoplos teh dengan Pak Purwaka.

Sosok konten kreator yang kerapkali berbagi sudut pandang yang menarik soal betapa istimewanya teh ala Solo.

Ketika ditanya soal alasan warga Solo yang suka meracik teh dengan cara mengoplos berbagai macam teh.

Sosok yang lebih terkenal dengan sebutan Blontank Poer itu menjelaskan kebiasaan tersebut sudah turun-temurun.

Entah karena faktor budaya ngeteh yang sudah mengakar di wilayah tersebut, hingga jiwa kreatif yang dimiliki oleh masyarakat Solo itu sendiri.

"Yang jelas kebiasaan mengoplos berbagai jenis teh ini sudah turun temurun, apalagi orang Solo itu budaya ngetehnya sangat tinggi dari dulu, ditambah mereka orangnya kreatif, makanya hobi mengimprovisasi hal-hal yang sudah ada (termasuk teh)" kata Purwaka ketika ditemui Tribunnews, Rabu (18/2/2026) siang WIB.

"Seakan tidak mengenal waktu entah pagi, siang, sore sampai malam, budaya ngeteh yang dimiliki orang Solo inilah yang membuat mereka gemar mengoplos teh dari berbagai merek, untuk mendapatkan karakter yang diinginkan"

"Karena kalau hanya mengandalkan satu jenis teh, orang sini rasanya ada yang kurang sempurna, makanya mereka gemar mengoplos merk teh," tambahnya.

Lebih lanjut, Purwaka menjelaskan ada tiga merk teh yang dianggapnya racikan defaultnya orang Solo, terutama para pengusaha wedangan di Kota Bengawan.

Ketiga merk teh tersebut yaitu Sintren, Nyapu dan Gopek.

Andai racikan tiga merk tersebut kurang sempurna, biasanya ditambah satu sampai dua merk teh lagi.

"Resep defaultnya racikan teh khas Solo biasanya Sintren, Nyapu, dan Gopek mas, kalau misal pengen lebih pekat tinggal tambahi merk 999, atau beberapa merk lainnya,"

"Tapi kadang meskipun jenis tehnya sama, terkadang hasil akhirnya beda, tergantung yang meraciknya juga,"

"Mungkin disitulah dalamnya seninya meracik teh tubruk khas wedangan Solo,"

"Tapi yang paling pokok, orang Solo pasti suka racikan teh yang wangi, pekat warnanya, dan ada sepatnya," tambahnya.

Purwaka pun menjelaskan setiap wedangan di Solo, punya karakteristik teh yang berbeda-beda.

Hal itulah yang ia nilai sebagai keberagaman kuliner di Kota Bengawan.

Mengoplos teh telah menjadi keterampilan tak tertulis bagi para pemilik wedangan.
Mengoplos alias meracik teh dari berbagai merk/jenis telah menjadi keterampilan tak tertulis bagi para pemilik wedangan.

Lebih lanjut, Purwaka mengatakan enaknya teh yang disajikan oleh warung makan termasuk wedangan, menjadi salah satu indikator penting dalam bisnis kuliner di Solo.

"Saya menyakini kalau teh yang disajikan warung makan terutama wedangan itu rasanya enak, maka hampir pasti tempat tersebut memang enak makanan dan minumannya," jelas Purwaka.

"Sebenarnya tidak mutlak, tapi banyak orang merasakan hal demikian,"

"Kualitas dan nikmatnya sebuah teh seakan menjadi parameter penting dalam urusan kuliner di Solo,"

"Jadi kalau ada orang pengen ke suatu tempat makan, ia akan melihat kualitas dan rasa tehnya dulu, sebelum yang lainnya," tambahnya.

Dalam penjelasannya juga, Purwaka mengungkapkan setiap orang mungkin bisa mengoplos berbagai jenis merk teh.

Hanya saja, cuma sebagian saja yang bisa menghasilkan oplosan teh yang disukai beragam orang.

Dan itulah privelege yang dimiliki oleh orang-orang yang berani membuka tempat wedangan di Solo.

"Setiap orang mungkin bisa mengoplos aneka jenis atau merk teh menjadi teh Solo yang enak di lidah," ucapnya.

"Tapi, hanya sebagiannya saja yang bisa menghasilkan oplosan teh yang disukai beragam orang dengan seleranya yang berbeda-beda," tukasnya.

Yang terakhir, Purwaka mengingatkan untuk tidak meremehkan urusan ngeteh apalagi dengan masyarakat Solo.

Karena menurutnya, bagi orang Solo, ngeteh dimaknai lebih dari sekedar gaya, apalagi hanya sebatas menuntas dahaga saja. 

"Bagi orang Solo, teh itu bukan sekedar gaya hidup tapi sudah menjadi daya hidup, makanya kualitas teh orang sini begitu istimewa, tak mengherankan jika mengoplos teh sudah menjadi kebiasaan masyarakat sini," tutupnya.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas