Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Heboh Eks Agen CIA Curi 300 Batang Emas, Ternyata Tipu AS selama 20 Tahun

Selain dituduh mencuri 300 batang emas, Rush ternyata juga memalsukan ijazahnya guna bekerja di CIA selama hampir 20 tahun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
zoom-in Heboh Eks Agen CIA Curi 300 Batang Emas, Ternyata Tipu AS selama 20 Tahun
CIA
LOGO CIA - Lambang CIA yang berada di lantai lobi utama Gedung Markas Besar Asli CIA di Langley, Virginia, AS. (Instagram @cia) 

Ringkasan Berita:
  • Mantan agen senior CIA, David Rush, didakwa atas pencurian aset negara setelah terbukti menggelapkan 300 batang emas dan menyimpannya di kediaman pribadinya
  • Skandal pencurian ini kian membesar ketika penyelidikan gabungan antara FBI dan CIA mengungkap bahwa Rush telah mengelabui CIA selama hampir dua dekade.
  • Rush ternyata bisa menembus ketatnya sistem pemeriksaan keamanan pemerintah AS sejak tahun 2009 dengan bermodalkan ijazah universitas palsu dan lisensi pilot bodong

 

TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat AS tengah dihebohkan dengan kasus seorang eks agen senior CIA yang memiliki akses rahasia tingkat tinggi dituduh menyembunyikan emas batangan senilai ratusan miliar rupiah secara diam-diam di rumahnya.

Kepada penyidik, ia berdalih emas tersebut disiapkan untuk "keperluan operasional dinas".

Adapun sosok yang menjadi sorotan tersebut adalah David Rush yang pernah memegang posisi manajerial di badan intelijen AS tersebut.

Melansir dari NBC News, Rush kini didakwa atas pencurian uang negara. 

Dakwaan ini diajukan pekan lalu di Pengadilan Distrik Timur Virginia.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejauh ini, pihak pengacara Rush belum memberikan tanggapan terkait kasus kliennya.

FBI Ikut Turun Tangan

Selain dituduh mencuri, Rush ternyata juga memalsukan latar belakangnya dan berhasil mengelabui atasannya selama hampir 20 tahun.

Tak pelak, kasus ini memicu keraguan publik terhadap ketatnya sistem pemeriksaan keamanan pegawai di pemerintahan federal AS.

Menanggapi skandal ini, juru bicara CIA dan FBI merilis pernyataan tertulis bersama.

"Setelah tim internal CIA menemukan adanya dugaan pelanggaran hukum, Direktur CIA John Ratcliffe langsung menyerahkan temuan ini ke FBI untuk diproses hukum lebih lanjut," tulis pernyataan CIA pada Rabu waktu setempat (27/5/2026)

Baca juga: CIA: Iran Mampu Bertahan Hadapi Blokade Trump selama 3-4 Bulan dan Masih Memiliki 70 Persen Rudal

Sementara itu, FBI mengaku pihaknya kini tengah menjalin kerjasama erat dengan CIA untuk mengusut kasus tersebut.

"FBI saat ini terus berkoordinasi erat dengan rekan-rekan di CIA dan Departemen Kehakiman untuk mengusut tuntas kasus ini. Kami berkomitmen untuk mengungkap fakta yang ada, menuntut pertanggungjawaban, dan menegakkan keadilan sesuai hukum yang berlaku." ungkap pihak FBI.

Terseret Kasus Ijazah Bodong

Sebagai informasi, pemerintah AS sebenarnya memiliki prosedur rutin untuk memeriksa rekam jejak calon pegawai yang akan menangani informasi rahasia.

Setelah diterima pun, pengawasan seharusnya tetap berjalan lewat pemantauan arus keuangan, riwayat perjalanan, hingga catatan kredit.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas