Banjir dan Cuaca Ekstrem Melanda Lombok Barat, Bima serta Banyumas: 1.500 Jiwa Lebih Terdampak
BNPB catat 1.500 lebih jiwa terdampak banjir dan cuaca ekstrem di Lombok Barat, Bima, dan Banyumas. Warga diminta waspada
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat banjir dan cuaca ekstrem melanda Lombok Barat dan Bima di NTB serta Banyumas, Jateng, pada 21–22 Februari 2026
- Lebih dari 1.500 jiwa terdampak, dengan kerusakan rumah dan fasilitas umum, namun tanpa korban jiwa. BNPB mengimbau warga waspada potensi hujan lebat dan angin kencang susulan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana banjir dan cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada periode Sabtu (21/2/2026) sampai Minggu (22/2/2026).
BNPB mencatat fenomena banjir melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan masyarakat di beberapa dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat merasakan genangan pada Minggu (22/2/2026).
Kejadian tersebut, kata dia, dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat pada 14.00 Wita.
"Sebanyak 182 kepala keluarga (KK) atau 708 jiwa terdampak peristiwa ini. Tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat banjir yang terjadi setelah adanya hujan intensitas tinggi," kata Abdul Muhari dalam Siaran Pers BNPB pada Senin (23/2/2026).
"Pada Minggu petang, petugas masih melakukan pendataan dan bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi bahaya susulan. Sedangkan genangan, tinggi muka air terpantau berangsur surut," imbuhnya.
Baca juga: Ramadan Sebentar Lagi, BNPB Diminta Percepat Pembangunan Huntara Bagi Korban Bencana
Masih di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehari sebelumnya banjir melanda tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bima pada Sabtu (21/2/2026).
Dia mengatakan hal itu disebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
"Sebanyak 241 KK atau 845 jiwa terdampak kejadian ini, sedangkan satu keluarga mengungsi sementara waktu," ungkapnya.
"Selain catatan korban jiwa, BPBD Kabupaten Bima melaporkan adanya kerugian material, di antaranya rumah rusak berat 1 unit, fasilitas terdampak di sektor pendidikan 2 unit serta tempat ibadah, kantor desa dan pasar masing-masing 1 unit," lanjut dia.
Selain itu, kata dia, pada Minggu malam, terdapat genangan di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora dengan tinggi muka air antara 10 - 70 cm.
"Sedangkan kondisi banjir di Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou dan Oi Panihi berangsur surut," imbuhnya.
BNPB juga mencatat cuaca ekstrem menerjang Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah pada Minggu (22/2), sekitar pukul 14.30 WIB.
Abdul Muhari mengatakan hujan lebat disertai angin kencang dirasakan warga Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas.
"Dampak korban jiwa tercatat 8 KK atau 31 jiwa, sedangkan 1 KK yang terdiri 5 jiwa mengungsi. Keluarga yang mengungsi menumpang sementara waktu di rumah kerabat terdekat. Kerugian material tercatat rumah rusak berat 8 unit, rusak sedang 1 unit dan rusak ringan 6 unit," ungkapny.
Baca tanpa iklan