Beredar Foto Bripda Pirman Duduk Jongkok Temani Bripda Dirja Pratama di RS Sebelum Meninggal
Beredar foto yang memperlihatkan Bripda Pirman, tersangka penganiayaan Bripda Dirja Pratama (DP) menemani korban saat masih dirawat di rumah sakit.
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Beredar foto yang memperlihatkan Bripda Pirman, tersangka penganiayaan Bripda Dirja Pratama (DP) menemani korban saat masih dirawat di rumah sakit.
- Bripda Pirman terlihat duduk jongkok bersandar menemani Bripda DP yang terbaring di RS.
- Kini Bripda Pirman telah ditetapkan sebagai tersangka.
- 6 anggota polisi lainnya masih jalani pemeriksaan.
TRIBUNNEWS.COM, PINRANG - Beredar foto yang memperlihatkan Bripda Pirman, tersangka penganiayaan Bripda Dirja Pratama (DP) menemani korban saat masih dirawat di rumah sakit.
Dari foto yang diterima Reporter Tribun-Timur.com, Rachmat Ariadi, Selasa (24/2/2026), Bripda Pirman terlihat duduk jongkok bersandar menemani Bripda DP yang terbaring di RS.
Baca juga: Sosok Aipda Muhammad Jabir, Ayah Bripda Dirja Pratama, Sudah 20 Tahun Berdinas Sebagai Polisi
Tampak raut wajahnya dipenuhi penyesalan.
Bripda Pirman kini telah ditetapkan sebagai tersangka utama kasus penganiayaan Bripda Dirja Pratama, anggota Ditsamapta Polda Sulsel.
"Keterangan saudara P dihubungkan dengan hasil pemeriksaan Biddokkes menunjukkan adanya persesuaian, baik dari luka pukulan di bagian kepala maupun bagian tubuh lainnya. Ini sudah sinkron," ujar Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro di Makassar, Senin (23/2/2026).
Sementara enam polisi lainnya sedang diperiksa. Mereka terdiri dari tiga rekan seangkatan (letting) dan tiga senior korban.
Proses hukum masih berjalan untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini.
Ditemukan Tak Sadarkan Diri
Sebelumnya Bripda Dirja Pratama, anggota Direktorat Samapta Polda Sulsel ditemukan tak sadarkan diri di asrama, Minggu (22/2/2026) pagi.
Korban dinyatakan meninggal saat dirawat di RSUD Daya Makassar.
Korban yang baru lulus Bintara Polri tahun 2025 itu diduga dianiaya seniornya di dalam Asrama Ditsamapta Polda Sulsel.
Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengaku mendapat kabar anaknya tak sadarkan diri di asrama kemudian dibawa ke RSUD Daya Makassar.
Sebagai anggota polisi yang sudah berdinas 20 tahun, Aipda Muhammad Jabir mengetahui tanda-tanda kekerasan pada jasad anaknya.
"Pemeriksaan awal ada luka memar di perut dan leher. Indikasi (kekerasan) karena masih sementara autopsi di dalam dan ada videonya luka memar di perut sebelah kanan," ucapnya, dikutip dari TribunMakassar.com.
Baca tanpa iklan