Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tinjau SPPG Karanglo, Ibas Soroti Kualitas Gizi dan Pengawasan Distribusi MBG

Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas, meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanglo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Tinjau SPPG Karanglo, Ibas Soroti Kualitas Gizi dan Pengawasan Distribusi MBG
HO/IST
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (kemeja putih) saat meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanglo, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu (28/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono meninjau langsung operasional SPPG Karanglo, Ponorogo, guna memastikan kualitas gizi, serta keamanan distribusi Program MBG
  • Ia menekankan pengawasan ketat sejak penerimaan bahan pangan hingga proses pencucian wadah makan demi mencegah risiko kesehatan siswa.
  • Ibas memastikan bahan pangan seperti buah dan sayur berasal dari petani lokal Ponorogo agar program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanglo, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (28/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia menaruh perhatian serius pada kualitas gizi serta sistem pengawasan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian hari ketiga Reses Ramadan Religi, Menguatkan Negeri. 

Sebagai Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur VII, Ibas memastikan seluruh tahapan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar operasional, terutama terkait higienitas, kualitas bahan pangan, hingga keamanan distribusi makanan kepada siswa penerima manfaat.

Dia memulai pengecekan dari proses penerimaan bahan baku makanan. Menurutnya, pengawasan kualitas harus dilakukan sejak tahap awal guna menjamin keamanan konsumsi.

“Kita harus memastikan seluruh bahan makanan yang masuk benar-benar higienis dan memiliki kandungan gizi yang baik. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” kata Ibas.

Selain memastikan mutu bahan pangan, Ibas juga menyoroti pentingnya tata kelola distribusi agar makanan yang telah diproduksi tetap aman dan layak konsumsi saat diterima siswa. 

Rekomendasi Untuk Anda

Dia mengingatkan bahwa aspek pengawasan tidak boleh longgar, mengingat program ini menyasar anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

Perhatian juga diberikan pada rantai pasok bahan pangan. Ia memastikan buah dan sayur yang digunakan dalam program MBG berasal dari petani lokal Ponorogo, sehingga program nasional tersebut sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

“Kalau bahan pangan diambil dari petani lokal, maka manfaat program ini menjadi berlipat. Anak-anak mendapatkan gizi yang baik, sementara ekonomi masyarakat sekitar juga ikut tumbuh,” ucapnya.

Selain bahan makanan, Ibas turut mengecek proses pencucian hingga pengeringan wadah makan yang digunakan dalam distribusi. 

Baginya, kebersihan peralatan menjadi elemen penting dalam mencegah risiko gangguan kesehatan.

“Bukan hanya makanannya yang harus sehat, tetapi wadahnya juga harus steril. Proses pencucian dan pengeringan harus benar-benar diawasi karena ini bagian penting untuk mencegah risiko kesehatan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi operasional SPPG Karanglo yang dinilai telah berjalan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat. 

Selain rasa makanan yang dinilai layak, porsi yang disajikan juga disebut telah memenuhi kebutuhan gizi siswa, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Dalam momentum Ramadan, Ibas juga mengingatkan agar perubahan menu menjadi makanan kering tidak mengurangi kualitas maupun standar gizi yang telah ditetapkan.

“Meskipun selama Ramadan menunya berbeda, porsi, kandungan gizi, dan penggunaan anggaran harus tetap sesuai standar. Semua harus termonitor dengan baik, termasuk proses pengiriman makanan agar aman sampai ke siswa. Jangan sampai terjadi hal-hal yang merugikan seperti keracunan makanan,” katanya.

Dia menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang bersumber dari pajak masyarakat, sehingga pelaksanaannya harus optimal, transparan, dan penuh tanggung jawab.

“Program ini tidak murah dan berasal dari uang rakyat. Karena itu pelaksanaannya harus benar-benar dijaga kualitasnya, transparan, dan memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.

Baca juga: Tinjau Irigasi, Ibas Tegaskan Peran Strategis Ngawi Menjaga Stabilitas Pangan

Melalui peninjauan ini, Ibas berharap SPPG Karanglo dapat menjadi rujukan dapur pelayanan gizi yang profesional, higienis, serta memiliki sistem pengawasan distribusi yang kuat demi menjaga kualitas Program MBG secara berkelanjutan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas