Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Oknum Perwira Polisi Disebut Tembak Pemuda hingga Tewas di Makassar, Ini Pengakuan Saksi

Kepala Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar Muhammad Ansar mengatakan tembakan tersebut dilepaskan oknum perwira.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Erik S
zoom-in Oknum Perwira Polisi Disebut Tembak Pemuda hingga Tewas di Makassar, Ini Pengakuan Saksi
Pragativadi.com
KORBAN PENEMBAKAN- Seorang warga sipil Bertrand Eka Prasetyo Radiman (18) diduga menjadi korban penembakan anggota Polsek Panakkukang Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan. 

"Awalnya disampaikan dibawa ke rumah sakit, tapi belum dibilang meninggal," kata Desi saat ditemui di rumahnya Jl Toddopuli I, Lorong IV, Makassar, Selasa (3/3/2026).

Tak sampai sejam setelah menerima informasi, ia kembali menerima kabar jika anaknya sudah meninggal dunia.

Desi mengaku sempat dihubungi pihak kepolisian yang berada di rumah sakit. 

Polisi menyampaikan jika peristiwa itu berawal dari konvoi yang berujung tawuran.

Baca juga: Penembakan Misterius Sasar Keluarga Wakil Rakyat di Pekalongan, Polisi Selidiki Motif Intimidasi

“Ini bu, ada konvoi terus ada tawuran. Anakku katanya ketembak,” kata Desi menirukan ucapan polisi.

Ia kemudian mempertanyakan penyebab anaknya bisa tertembak.

“Kok bisa ketembak? Kalau polisi menembak itu ke atas, kenapa anakku bisa kena? Berarti ini kesalahan pak” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Rekomendasi Untuk Anda

Polisi kemudian menjawab sementara diselidiki.

Setelah menerima telepon dari keluarga, ia sempat ingin ditemui seorang polisi di Jakarta.

Namun, ia meminta agar komunikasi dilakukan melalui adiknya.

“Kayaknya jam 1 lewat jenazahnya di bawah ke rumah. Sudah diautopsi," ujarnya.

"Harus anakku diautopsi. Saya bilang begitu, jadi diauotopsi di sana," tambah Desa.

Setibanya di rumah duka Makassar Senin dini hari, Desi melihat kondisi jenazah anaknya.

"Mukanya sudah bengkak, ada benjolan. Tapi kan sudah dipakaikan baju. Terus kepalanya kayak berdarah, tapi nggak bisa dibuka,” jelasnya.

Adik korban sempat ingin membuka bagian yang diduga bekas tembakan, namun urung dilakukan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas