Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari Picu Panic Buying di Bondowoso, Pertamina Buka Suara
Isu stok BBM tinggal 20–26 hari picu panic buying di Bondowoso. Antrean SPBU mengular, Pertamina dan Menteri ESDM pastikan pasokan tetap aman.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Kekhawatiran geopolitik Timur Tengah picu warga panic buying BBM.
- Isu stok BBM 20–26 hari usai pernyataan Menteri ESDM memicu keresahan.
- Antrean SPBU di Bondowoso capai 30 meter, penjualan Pertalite naik dari 13 ton jadi 21 ton.
- Warga khawatir stok menipis dan harga eceran naik jika panic buying meluas.
- Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM Jatimbalinus aman dan distribusi tetap terkendali.
TRIBUNNEWS.COM - Lonjakan pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU daerah mulai jadi sorotan di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap situasi geopolitik global.
Banyaknya masyarakat yang panik dan memborong BBM bermula dari panasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah.
Selain itu, sebelum Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut bahwa stok BBM dalam negeri tersisa 20 hari imbas Selat hormuz ditutup karena perang Iran vs Amerika-Israel.
Namun, Bahlil kini memberikan klarifikasi bahwa sebenarnya, sejak dulu kapasitas penampungan minyak di Indonesia memang hanya 25 hari saja.
Ia memastakan, kepemilikan minyak di Indonesia aman dan masyarakat tak perlu panic buying.
Di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sejumlah stasiun pengisian BBM dipadati kendaraan yang mengantre sejak Jumat (6/3/2026) pagi.
Warga berbondong-bondong membeli BBM jenis Pertalite dan Pertamax.
Di salah satu SPBU di Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, antrean jalur dua jenis BBM tersebut mencapai sekitar 30 meter.
Adista Prabudi selaku Pengawas SPBU Kembang mengatakan, peningkatan pembelian BBM terjadi sejak Kamis (5/3/2026).
Penjualan yang biasanya 13 ton per hari, namun sejak Kamis hingga Jumat pagi, penjualan Pertalite tembus 21 ton.
Kondisi yang sama juga terjadi pada penjualan Pertamax.
Baca juga: Bahlil Sebut Stok BBM Indonesia Masih Aman, Imbau Warga Tak Panic Buying Akibat Konflik Timur Tengah
"Peningkatan terjadi pada jenis Pertalite dan Pertamax. Kalau Solar aman, Pertadex juga aman," ujarnya dikutip dari TribunJatim.com.
Seorang pengguna kendaraan, Anggi, mengatakan banyak rekannya yang panic buying BBM.
Ia menuturkan, banyak warga yang takut kehabisan stok BBM karena disebut hanya tersisa 26 hari sebagai dampak perang Iran vs Amerika-Israel.
"Di Jember informasinya sudah panic buying juga. Kalau benar panic buying lagi, bakal mahal lagi ini di eceran toko," ungkapnya.
Baca juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebut Suplai Minyak Mentah Indonesia Tak Lagi dari Timur Tengah
Baca tanpa iklan