Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mendagri Percepat Bantuan Sumatra: Siapa Cepat Kirim Data, Duluan Dapat Bansos

Kecepatan dan keakuratan data korban terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi syarat mutlak agar dana stimulan segera turun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Erik S
zoom-in Mendagri Percepat Bantuan Sumatra: Siapa Cepat Kirim Data, Duluan Dapat Bansos
Satgas PRR/Abdi Ryanda Shakti
BANTUAN SOSIAL -Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menegaskan bahwa kecepatan pencairan bantuan sosial bagi korban bencana kini bergantung sepenuhnya pada kinerja Pemerintah Daerah (Pemda).  
Ringkasan Berita:
  • Tito Karnavian menegaskan pencairan bantuan sosial pascabencana di Sumatera bergantung pada kecepatan dan keakuratan data dari pemerintah daerah.
  • Pada tahap pertama hampir Rp900 miliar bantuan disalurkan, dengan Aceh menerima sekitar 50 persen karena dinilai paling cepat menyerahkan data korban.
  • Pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial, dukungan alat berat, serta menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menegaskan bahwa kecepatan pencairan bantuan sosial bagi korban bencana kini bergantung sepenuhnya pada kinerja Pemerintah Daerah (Pemda). 

Menteri Dalam Negeri itu menjelaskan pemerintah pusat menerapkan strategi prioritas bagi daerah yang paling sigap dalam pendataan. 

Kecepatan dan keakuratan data korban terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi syarat mutlak agar dana stimulan segera turun.

“Strateginya sederhana, siapa yang paling cepat mengirimkan data, dia juga yang paling cepat kita kirimkan bantuan sosialnya,” tegas Tito dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).

Sebagai bukti, Tito mengungkapkan bahwa pada penyaluran bantuan tahap pertama senilai hampir Rp900 miliar, wilayah Aceh mendapatkan porsi sekitar 50 persen.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Pidie Jaya menjadi penerima terbesar yakni lebih dari Rp200 miliar. 

Hal ini dikarenakan Pemda setempat dinilai paling progresif dan lengkap dalam menyetorkan data korban kepada pusat.

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan data Kementerian Sosial, rincian bantuan yang disalurkan meliputi:

  • Santunan Ahli Waris: Rp840 juta bagi 56 korban meninggal dunia
  • Jaminan Hidup (Jadup): Rp89,9 miliar untuk 66.629 jiwa selama 90 hari
  • Bantuan Isi Hunian: Rp56,5 miliar bagi 18.839 kepala keluarga
  • Stimulan Sosial Ekonomi: Rp94,1 miliar guna memulihkan daya beli masyarakat.

Seluruh bantuan finansial tersebut disalurkan langsung melalui PT Pos Indonesia guna menjamin transparansi dan ketepatan sasaran.

Baca juga: Mendagri dan Mensos Beri Bansos Tahap Pertama Hampir Rp900 Miliar ke Masyarakat Terdampak Bencana

Selain dana tunai, Kemendagri juga mengirimkan dukungan armada berupa 20 unit dump truck, 7 unit excavator, dan 3 unit backhoe loader untuk percepatan pemulihan infrastruktur.

Terkait pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, Tito meminta para kepala daerah segera membentuk tim pendata rincian kebutuhan warga.

“Kalau datanya sudah lengkap, kita bisa langsung eksekusi bersama BNPB dan Kementerian Perumahan. Kami perlu tahu apakah warga ingin dibangunkan di lahan sendiri atau di kawasan komunal,” tambahnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas