Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dalang Muda Dani Eko Setiawan: Wayang Mengajarkan Tata Krama dan Nilai Kehidupan

Dalang muda asal Muntilan, Dani Eko Setiawan, menekuni pedalangan sebagai jalan hidup sekaligus sarana menyampaikan nilai-nilai kehidupan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dalang Muda Dani Eko Setiawan: Wayang Mengajarkan Tata Krama dan Nilai Kehidupan
Istimewa
DALANG MUDA - Potret Dani Eko Setiawan tampil menjadi dalang dalam pertunjukan wayang. Dalang muda asal Muntilan, Dani Eko Setiawan, menekuni pedalangan sebagai jalan hidup sekaligus sarana menyampaikan nilai-nilai kehidupan. 

Hal ini dilakukan agar cerita wayang lebih mudah dipahami oleh penonton dari berbagai kalangan.

Sesekali ia juga menyisipkan bahasa yang lebih santai selama tidak keluar dari pakem yang ada.

“Bahasa gaul bisa disisipkan, asalkan tidak terlalu melenceng dari koridor yang ada,” ujarnya.

Werkudara Jadi Tokoh Favorit

Di antara banyak tokoh dalam dunia pewayangan, Dani memiliki satu tokoh yang paling ia sukai, yaitu Werkudara atau Bima.

Menurutnya, tokoh tersebut memiliki karakter yang kuat dan penuh kejujuran.

“Werkudara itu orangnya jujur dan tidak suka bertele-tele. Dia kelihatannya kasar, tapi sebenarnya baik,” kata Dani.

Karakter tersebut, menurut Dani, menjadi salah satu contoh nilai yang dapat dipetik dari cerita pewayangan.

Tantangan Dalang di Era Digital

Rekomendasi Untuk Anda

Menjadi dalang di era modern juga menghadirkan tantangan tersendiri.

Dani menyadari bahwa perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat membuat seni tradisi perlu beradaptasi dengan zaman.

Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah membuat pertunjukan wayang tetap diminati di tengah banyaknya hiburan modern.

"Tantangannya lebih ke bagaimana menarik generasi muda agar lebih cinta terhadap wayang."

"Sekarang semuanya serba cepat, jadi kadang kita juga menyesuaikan dengan memasukkan unsur-unsur yang sedang populer,” ujar anak pertama dari dua bersaudara itu.

Meski demikian, Dani melihat perkembangan yang cukup positif.

Menurutnya, minat masyarakat terhadap wayang mulai meningkat dibandingkan sebelumnya.

Media sosial juga turut membantu mempromosikan pertunjukan wayang kepada masyarakat yang lebih luas.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas