Dalang Muda Dani Eko Setiawan: Wayang Mengajarkan Tata Krama dan Nilai Kehidupan
Dalang muda asal Muntilan, Dani Eko Setiawan, menekuni pedalangan sebagai jalan hidup sekaligus sarana menyampaikan nilai-nilai kehidupan.
Penulis:
Nurkhasanah
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
“Media sosial sangat membantu, apalagi sekarang ada live streaming,” katanya.
Dalang Jadi Jalan Hidup
Baca juga: Akui Tertarik karena Viral, Winona Malah Asyik Berkomedi Bareng Pemain Wayang Orang Sriwedari Solo
Dani telah mempelajari dunia pedalangan sejak mulai tertarik pada 2018.
Ia pun memilih belajar secara mandiri untuk memahami dunia wayang.
Salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan memanfaatkan media digital seperti YouTube dan siaran radio.
“Awalnya belajar dari YouTube dan radio, juga melihat dalang-dalang sepuh,” kata Dani.
Ia kemudian mendapatkan kesempatan tampil sebagai dalang untuk pertama kalinya pada tahun 2021.
Pementasan pertamanya berlangsung di Radio Gemilang.
Sejak saat itu, ia mulai tampil dalam berbagai acara di desa-desa hingga kegiatan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Magelang.
Dalam setiap pementasan, Dani biasanya didukung oleh tim yang berjumlah sekitar 25 hingga 30 orang.
Bagi Dani, dunia pedalangan kini bukan lagi sekadar ketertarikan terhadap seni tradisi.
Seni wayang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya.
“Sekarang ya sudah menjadi jalan hidup. Bagi saya ini juga memberikan kepuasan tersendiri,” ujar remaja 22 tahun itu.
Harapan untuk Masa Depan Wayang
Ke depan, Dani berharap gaya pakeliran yang ia bawakan dapat semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat.
“Harapannya gaya pakeliran saya bisa lebih dikenal, diterima, dan diapresiasi,” kata Dani.
Ia juga memiliki keinginan untuk berkolaborasi dengan sejumlah seniman, salah satunya Sri Susilo Tengkleng.