Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Program MBG Gerakkan Ekonomi Daerah, Perputaran Uang di Serang Capai Rp 1,2 Triliun per Tahun

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Program MBG Gerakkan Ekonomi Daerah, Perputaran Uang di Serang Capai Rp 1,2 Triliun per Tahun
Tribunnews.com/HO
SINERGI EKNOMI RAKYAT - Pelaksaaan program “Sinergi Ekonomi Rakyat” yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) terkait program Makan Bergizi Gratis. . Di Kota Serang, operasional 80–90 dapur MBG mampu menciptakan perputaran uang hingga Rp100 miliar per bulan atau sekitar Rp1,2 triliun per tahun 

Bahkan, sejumlah pelaku usaha dan peternak sempat kewalahan memenuhi lonjakan permintaan bahan pangan.

“Ada UMKM yang biasanya memproduksi roti hanya 100 per hari, sekarang diminta sampai 2.000. Ini luar biasa dampaknya,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah daerah siap terus berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional agar program MBG dapat berjalan maksimal.

“Ini bukan hanya soal memberikan makanan bergizi gratis kepada masyarakat, tetapi juga dampak ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Banyak UMKM yang sekarang banjir pesanan,” ujarnya.

Dapur MBG Jadi Pusat Produksi Makanan Bergizi

Wakil Ketua BGN Bidang Komunikasi Publik Sony Sonjaya mengatakan dapur yang dibangun di kawasan Masjid Ats-Tsauroh nantinya akan menjadi pusat produksi makanan bergizi yang dikelola melalui sistem SPPG untuk wilayah Serang dan sekitarnya.

Dengan sistem tersebut, distribusi makanan bagi penerima manfaat diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

“Pembangunan dapur MBG ini adalah langkah nyata agar pelayanan gizi kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Kami berharap fasilitas ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Sony.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menambahkan dapur MBG di kawasan masjid tersebut nantinya akan membantu pemenuhan kebutuhan gizi bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari siswa madrasah di sekitar masjid, anak-anak yatim usia sekolah, hingga balita yang belum mendapatkan akses program MBG.

“Madrasah yang ada di masjid ini, anak-anak yatim usia sekolah, hingga balita di sekitar masjid yang belum mendapatkan Makan Bergizi Gratis akan menjadi prioritas penerima manfaat,” jelasnya.

Dorong Partisipasi Yayasan dan Mitra

Sony juga menilai model pengelolaan dapur MBG di lingkungan masjid dapat menjadi inspirasi bagi yayasan dan mitra lainnya.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

“Kami berharap yayasan-yayasan yang menjadi mitra bisa mulai menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung fasilitas dapur atau memperbaiki sarana yang rusak, misalnya genteng bocor atau WC yang rusak,” katanya.

Ia menambahkan dapur SPPG harus memiliki fasilitas yang layak dengan standar higiene dan sanitasi yang baik agar mampu memproduksi makanan bergizi secara maksimal.

Selain peletakan batu pertama dapur MBG, Badan Gizi Nasional juga menggelar kegiatan Sinergi Ekonomi Rakyat pada 10–12 Maret 2026.

Kegiatan ini mempertemukan pengelola dapur SPPG dengan kelompok tani (poktan) di wilayah Serang. Tujuannya untuk memastikan bahan baku yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis berasal dari sumber yang sehat, bersih, dan memenuhi standar keamanan pangan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas