Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jelang Puncak Mudik, Polda Banten Terapkan Buffer Zone-Delaying System di Pelabuhan Merak

Polda Banten siapkan delaying system di Pelabuhan Merak, puncak mudik 18–19 Maret 2026, arus diprediksi meningkat signifikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi

Begitu pula di Pelabuhan Ciwandan, antrean sepeda motor masih minim dan pemudik dapat langsung naik kapal.

Sementara di Pelabuhan ASDP Merak, aktivitas di Dermaga 1 hingga 7 berjalan lancar tanpa penumpukan berarti. 

Kendaraan yang datang bisa langsung menyeberang menuju Pelabuhan Bakauheni.

Kapolda optimistis kelancaran ini dapat terus terjaga hingga puncak arus mudik

Ia menekankan bahwa kesiapan personel, fasilitas, serta sinergi antara aparat keamanan, TNI, dan operator pelabuhan menjadi kunci utama.

“Sejauh ini arus mudik masih sangat lancar. Semoga kondisi ini terus terjaga berkat kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.

Baca juga: Pantauan Arus Mudik 2026 Senin 16 Maret 2026: Laka di Tol Jakarta–Merak Km 76, Arah Merak Padat

 

ASDP Prediksi Puncak Mudik 18–19 Maret 2026 di Merak–Ciwandan

Rekomendasi Untuk Anda

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merakdan Pelabuhan Ciwandan akan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026.

“Prediksi kami, puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 18 dan 19 Maret,” ujar Heru saat ditemui di Rest Area KM 43 Tol Tangerang–Merak, Minggu (15/3/2026).

Ia mengungkapkan, tren peningkatan jumlah pemudik sudah mulai terlihat sejak H-7 Lebaran. Lonjakan terutama terjadi pada pengguna kendaraan roda dua serta kendaraan pribadi keluarga yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Menurut Heru, saat ini terjadi kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan hari normal. Bahkan, untuk keseluruhan periode mudik tahun ini, ASDP memproyeksikan adanya peningkatan trafik hingga 9,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Di H-7 ini sudah terjadi peningkatan, khususnya kendaraan roda dua dan kendaraan keluarga. Proyeksi kami, kenaikan tahun ini mencapai 9,3 persen dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Heru menilai pola mudik Lebaran 2026 berpotensi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta periode libur dan cuti bersama yang lebih panjang.

Dengan fleksibilitas tersebut, masyarakat dinilai memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan perjalanan mudik, sehingga distribusi arus pemudik bisa lebih merata dan tidak menumpuk di satu waktu tertentu.

“Kemungkinan Lebaran kali ini berbeda. Dengan adanya WFA dan libur yang lebih panjang, masyarakat punya keleluasaan memilih waktu perjalanan,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak ASDP tetap mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan layanan penyeberangan secara tertib, guna menghindari kepadatan saat puncak arus mudik berlangsung.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas