Menguatkan Iman di Tengah Bencana, 200 Anak Desa Lopian Ikuti Program Psikososial
Bayang-bayang banjir bandang mungkin masih tersisa di ingatan warga Desa Lopian, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Editor:
Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, TAPANULI TENGAH – Bayang-bayang banjir bandang mungkin masih tersisa di ingatan warga Desa Lopian, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Namun, di tengah sisa-sisa tantangan alam dan dinamika hidup sebagai minoritas, sebuah secercah harapan hadir untuk anak-anak di sana.
LAZNAS Abulyatama Indonesia, berkolaborasi dengan Cerita Untungs, amalsholeh.com, dan Sakeena, baru saja menggelar program pendampingan psikososial yang menyasar sekitar 200 anak Muslim di desa tersebut.
Bukan sekadar bantuan fisik, misi kali ini membawa pesan yang lebih dalam: memulihkan trauma sekaligus menjaga nyala akidah.
Desa Lopian bukan sekadar titik koordinat geografi, melainkan simbol ketangguhan.
Sebagai wilayah yang pernah dihantam banjir bandang, anak-anak di sini memikul beban emosional yang tidak ringan.
Melalui pendekatan yang hangat, tim gabungan ini hadir untuk mengganti rasa takut menjadi tawa melalui:
- Pembinaan Spiritual: Mengemas nilai tauhid dengan cara yang menyenangkan.
- Motivasi & Edukasi: Membangkitkan kembali semangat belajar yang sempat padam.
- Trauma Healing: Membantu anak-anak memproses memori buruk bencana menjadi kekuatan untuk melangkah maju.
Hidup berdampingan dalam keberagaman adalah warna harian di Lopian.
Desa Lopian dikenal sebagai daerah dengan masyarakat Muslim yang hidup berdampingan dengan mayoritas non-Muslim.
Di tengah lingkungan mayoritas non-Muslim, penguatan mental dan spiritual menjadi krusial.
Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Senilai Rp3,12 Miliar untuk Korban Banjir Aceh Utara
Program ini hadir sebagai "jangkar" agar anak-anak tidak hanya tumbuh cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akar iman yang kokoh.
"Dari hati yang dikuatkan hari ini, akan lahir generasi yang tidak hanya tangguh menghadapi ujian kehidupan, tetapi juga teguh dalam memegang keyakinannya," tulis perwakilan LAZNAS Abulyatama Indonesia dalam keterangannya.
Kegiatan ini ditutup dengan keceriaan yang meluap.
Dukungan dari para mitra seperti Cerita Untungs hingga amalsholeh.com membuktikan bahwa kepedulian mampu menembus batas wilayah.
Harapannya sederhana namun mulia: agar cahaya keimanan di Desa Lopian tetap menyala, melahirkan generasi yang berdaya meski diuji oleh zaman dan alam.
Langkah kecil yang dilakukan hari ini diyakini akan melahirkan generasi masa depan yang berdaya, kuat, dan tetap menjaga nilai-nilai Islam di tengah tantangan zaman.