Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Pagi Ini, Kolom Abu Capai 400 Meter
Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, kolom abu capai 400 meter. Status waspada, warga diminta hindari radius 4 km.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur meletus Senin (23/3/2026) pukul 09.46 WITA dengan kolom abu setinggi 400 meter.
- Aktivitas terekam seismograf dan status masih Level II (Waspada).
- Warga diminta menjauhi radius 4 km serta waspada abu dan potensi lahar hujan.
TRIBUNNEWS.COM - Gunung Api Lewotobi Laki-laki dilaporkan mengalami erupsi pada Senin (23/3/2026) pukul 09.46 WITA.
Gunung Lewotobi adalah gunung berapi kembar stratovolkanik aktif di Flores Timur, NTT, yang terdiri dari puncak Laki-laki (1.584 mdpl) dan Perempuan (1.703 mdpl). Gunung ini sering erupsi, terutama bagian Laki-laki, dan berstatus Awas pada 2025 dengan dampak abu vulkanik signifikan
Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan (Posmat), Bramantya Aji Putra Mahendra, dalam laporan resminya melalui laman magma.esdm.go.id menyebutkan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut.
“Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada pukul 09.46 WITA dengan tinggi kolom letusan ±400 meter di atas puncak,” tulisnya.
Erupsi tersebut juga terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 7,4 mm dan durasi selama 159 detik. Saat ini, status aktivitas gunung masih berada pada Level II atau Waspada.
Secara geografis, gunung yang berada di wilayah Kabupaten Flores Timur ini memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut.
Baca juga: PVMBG Rilis Status Gunung Api di Indonesia, Terbaru Gunung Lewotobi Laki-laki Naik ke Level IV Awas
Aktivitas 24 Jam Terakhir
Dalam 24 jam terakhir, kondisi gunung terpantau jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, dengan tinggi berkisar 50–200 meter dari puncak.
Cuaca di sekitar gunung bervariasi dari cerah hingga hujan, dengan suhu berkisar antara 21,8 hingga 30,2 derajat Celsius dan curah hujan sekitar 3 mm per hari. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur.
Dari sisi kegempaan, tercatat beberapa aktivitas, di antaranya gempa hembusan, harmonik, tremor non-harmonik, vulkanik dalam, serta gempa tektonik jauh yang menunjukkan adanya dinamika aktivitas di dalam perut bumi.
Rekomendasi dan Imbauan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.
Selain itu, masyarakat di sekitar gunung diingatkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di wilayah yang dialiri sungai berhulu dari puncak gunung seperti Dulipali, Nobo, hingga Hokeng Jaya.
Bagi warga yang terdampak hujan abu, disarankan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.
PVMBG juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki secara berkala.
Baca tanpa iklan