Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mendagri Tito: Pengungsi Bencana Sumatra Nyaris 100 Persen Keluar Tenda

Saat ini, jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat telah menyusut drastis hingga mendekati angka nol.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Erik S
zoom-in Mendagri Tito: Pengungsi Bencana Sumatra Nyaris 100 Persen Keluar Tenda
dok. Kemendagri
SALAT IDULFITRI - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Jumlah pengungsi pascabencana di Sumatera turun drastis menjadi sekitar 173 jiwa dari sebelumnya 2,1 juta jiwa.
  • Pemerintah kini fokus menyelesaikan pemulihan infrastruktur seperti sekolah, jalan, dan sungai yang masih membutuhkan waktu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Tito Karnavian, mengungkap progres penanganan pascabencana di Sumatera.

Saat ini, jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat telah menyusut drastis hingga mendekati angka nol.

Berdasarkan data terbaru per Senin (23/3/2026), jumlah warga yang masih dalam penanganan pengungsian hanya tersisa 47 kepala keluarga (KK) atau sekitar 173 jiwa. Angka ini merupakan penurunan luar biasa jika dibandingkan dengan kondisi awal pascabencana yang mencatat 2,1 juta jiwa pengungsi.

Tito menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah memastikan tidak ada lagi warga yang terlantar di fasilitas darurat, meskipun ia enggan mengklaim keberhasilan mutlak 100 persen.

“Pengungsi ya mendekati 100 persen, mendekati kata-katanya, saya enggak bilang [sudah] 100 persen,” ujar Tito kepada awak media, Senin (23/3/2026).

Meski urusan pengungsian hampir tuntas, mantan Kapolri ini mengakui bahwa sektor infrastruktur dan fasilitas publik masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang menguras waktu dan anggaran.

Proses pemulihan fisik belum sepenuhnya berjalan beriringan dengan pemulihan jumlah pengungsi.

Baca juga: Solidaritas untuk Korban Banjir Sumatera, Bantuan Pangan Dikirim ke Posko Pengungsian

Rekomendasi Untuk Anda

Sejumlah fasilitas vital seperti sekolah, normalisasi sungai, hingga akses transportasi di tingkat desa dan kabupaten tercatat masih dalam tahap perbaikan. Tito menyebut pemulihan ini tidak bisa dilakukan secara instan. 

“Fasilitas pendidikan masih ada yang perlu kita atensi, masih belum, ada juga sungai belum, ada beberapa jalan desa, jalan kabupaten yang cukup banyak jumlahnya juga belum, itu it takes time,” tegasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas