Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kemenko PM Pastikan Proyek Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo Sesuai Target, Progres Lampaui Rencana

Pembangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo capai 22,35 persen, pemerintah pastikan proyek tetap sesuai target selesai Juni 2026.

Penulis: Reza Deni
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah memastikan pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny tetap berjalan sesuai target meski ada kendala teknis. 
  • Progres telah mencapai 22,35 persen, melampaui rencana. 
  • Proyek ditarget selesai Juni 2026 agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memastikan pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo tetap berjalan sesuai target, meski di lapangan terdapat sejumlah kendala teknis.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris, turun langsung melakukan monitoring dan koordinasi pembangunan.

Monitoring ini dilakukan bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.

Langkah tersebut bertujuan memastikan proyek strategis ini dapat rampung tepat waktu, yakni pada Juni 2026, sehingga bisa digunakan untuk kegiatan belajar pada tahun ajaran baru 2026/2027.

“Pembangunan ini harus selesai sesuai target agar dapat segera dimanfaatkan oleh para santri, sebagaimana arahan Menko Pemberdayaan Masyarakat saat groundbreaking,” ujar Abdul Haris di sela peninjauan, dikutip Jumat (3/4/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pembangunan fisik telah mencapai 22,35 persen. 

Rekomendasi Untuk Anda

Angka ini melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebesar 20,33 persen hingga akhir Maret 2026.

Meski demikian, pihak pelaksana proyek dari Waskita Karya mengungkap adanya potensi keterlambatan. 

Hal ini disebabkan proses pemasangan tiang pancang yang harus dilakukan secara ekstra hati-hati agar tidak berdampak pada bangunan di sekitar lokasi.

Di sisi lain, pihak Pondok Pesantren Al Khoziny juga mengusulkan pemenuhan sarana pendukung pembelajaran setelah pembangunan rampung.

Baca juga: Cak Imin Fasilitasi Dua Santri Korban Ponpes Al Khoziny Berlibur di Jakarta

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Kementerian Agama menyatakan akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan fasilitas pendidikan yang diperlukan.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Pekerjaan Umum turut meminta dukungan Kemenko PM untuk mempercepat proses tindak lanjut usulan anggaran pembangunan tahun 2026 yang telah diajukan ke Kementerian Sekretariat Negara.

Abdul Haris menegaskan, pihaknya akan terus mendorong koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan pembangunan Ponpes Al Khoziny berjalan sesuai rencana.

“Kami akan terus mengawal dan mengoordinasikan agar seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai target,” tandas dia.

Diketahui, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur kini telah resmi dibangun ulang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 125,3 miliar. Pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny Sidoarjo telah dimulai dengan ditandari prosesi groundbreaking (peletakan batu pertama) oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, Kamis (11/12/2025).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas